Pages

WELCOME

WELCOME

Friday, November 11, 2016

Saham Menghasilkan Uang


Semua investor baik individu maupun institusi membeli saham untuk menghasilkan uang? (?keuntungan?)?.? ?Partai besar atau kecil,? ?di pasar perdana atau reguler sama saja demi menghasilkan uang.? ?Jika dilihat dari potensi main saham yang ada maka cukup beralasan jika dikatakan pasar modal akan terus berkembang dimasa mendatang dan merupakan salah satu jenis investasi yang menguntungkan.? ?Beralasan ditinjau dari segi permintaan dan penawaran.? ?Dari sisi penawaran dapat dilihat dari banyaknya perusahaan yang beroperasi di Indonesia yang sebagian besar memenuhi syarat untuk? ?go public.? ?Sedangkan dari sisi permintaan terlihat dari potensi yang dimiliki pasar modal cukup besar,? ?misalnya dari investor individual,? ?institusi,? ?korporasi serta agen-agen internasional.?

Sebelum mulai berinvestasi di saham, jangan lupa pelajari:

Cara Berbisnis / Jual Beli Saham di Bursa Efek
Analisa Fundamental Saham
Analisis Teknikal Saham
Membaca Prospektus Perusahaan
Tips Investasi Saham
Potensi Investor Domestik
Jumlah penduduk Indonesia berkisar? ?220? ?juta jiwa serta pendapatan perkapita kini mencapai sekitar? ?US$? ?1,300? ?berarti dapat dibayangkan betapa besar dana yang bergulir di pasar modal,? ?jika? ?1%? ?saja dari jumlah yang ada turut berperan bermain saham di pasar modal nasional.? ?Namun? ?untuk mengajak yang? ?1%? ?itu pun tidaklah mudah.? ?Karenanya sangat diharapkan semua pelaku pasar benar-benar memberikan keyakinan bahwa pasar modal layak sebagai alternative investasi untuk menghasilkan uang.

Investor Institusional
Investor Institusional adalah suatu organisasi yang yang menginvestasikan asetnya sendiri atau asset-aset pihak lain yang yang dipercayakan padanya.? ?Investor institusional yang tipikal adalah perusahaan-perusahaan investasi? (?termasuk dana-dana bersama?)?,? ?dana-dana pensiun,? ?perusahaan asuransi,? ?universitas dan bank.? ?Karena mereka mempunyai begitu banyak uang untuk diinvestasikan dan ikut serta main saham menciptakan profit,? ?maka investor institusional secara teratur berdagang dan dalam volume yang luar biasa.

Order pembelian dan penjualan biasanya? ?dalam jumlah besar saham atau agar dapat dikategorikan perdagangan institusional yaitu sejumlah kecil untuk suatu dana bersama yang besar lebih suka mengkaryakan uang investornya.

Reksa Dana
Kehadiran? ?investment fund? ?atau reksa dana sebagai peserta baru di Indonesia juga membawa pengaruh penting bagi bursa.? ?Kehadirannya secara langsung mempengaruhi sisi permintaan di bursa.? ?Kegiatan usaha reksa dana dengan cara? ?go public? ?untuk mengumpulkan dana dari berbagai kalangan investor perorangan maupun lembaga,? ?kemudian dana yang dikumpulkan? ?akan diinvestasikan untuk menghasilkan uang, sebagian besar ke pasar modal,? ?sisanya ke pasar uang.? ?Reksa dana ini mengkoordinir para investor yang ingin menanam dananya ke berbagai media investasi dan mengelolanya secara professional dengan manajemen? ?yang baik.

Agen Internasional
Keinginan investor asing untuk ikut serta bermain saham di bursa domestik semakin besar,? ?dapat dilihat dari agen internasional? (?international agency?)? yang semakin banyak terdapat di pasar modal,? ?seperti? ?Daiwa Securities,? ?Jardin Flemming,? ?Nomura Indonesia,? ?Bunker Trust,? ?W.I.? ?Carr Dharmala,? ?Nikko Securities,? ?dll.? ?Mereka melihat Negara-negara berkembang seperti Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi dan stabilitas politik yang baik,? ?memiliki prospek baik pula untuk investasi guna menghasilkan uang.

Proyeksi Harga Saham
Beberapa investor besar mempercepat proses pembelian dan penjualan saham dengan menggunakan teknik-teknik perdagangan? ?program yang melibatkan penentuan order yang besar oleh computer.? ?Program biasanya bereaksi secara otomatis,? ?ketika harga saham mencapai tingkat-tingkat yang sudah dproyeksikan sebelumnya.

Pembelian dan penjualan yang tiba-tiba seperti itu dapat menyebabkan perubahan harga saham drastis atau bahkan pergeseran/perubahan yang dramatis pada seluruh pasar.? ?Jatuhnya atau guncangan pasar saham tahun? ?1987? ?terjadi,? ?setidaknya sebagian,? ?karena perdagangan program yang bereaksi dengan jatuhnya harga saham.? ?Untuk menghindari perang secara potensial karena perdagangan program yang merupakan bencana luar biasa dalam suatu pasar elektronik yang semakin meningkat,? ?maka perdagangan obral besar-besaran sekarang dihentikan/ditutup untuk meredakan suasana.
? ?
Gaya-gaya Membeli Saham
Pasar saham seringkali dimanfaatkan oleh investor individual untuk mencari keuntungan dan menghasilkan uang dengan cepat.? ?Mereka disebut pedagang harian yang bermain saham dan membeli saham dengan harapan harga naik secara dramatis dalam waktu singkat.? ?Ketika harga saham menanjak,? ?mereka menjual saham dan membeli yang lain.? ?Investor lain mengambil jangka waktu yang lebih panjang,? ?lebih suka membeli dan menyimpan saham dalam beberapa kasus selama bertahun-tahun sampai mencapai harga yang substansial.

Investor institusional,? ?termasuk mereka yang menggunakan program-program komputer dengan analisisnya yang canggih,? ?juga mempunyai cara main saham atau gaya-gaya membeli yang membantu menentukan seberapa profit saham mereka setelah sekian waktu dan selama fase khusus dari siklus ekonomi serta menghasilkan uang atau keuntungan lebih besar.


Saham Sebagai Salah Satu Pilihan Investasi


Ada banyak pilihan belajar investasi dan variasi investasi yang dapat Anda gunakan dalam berinvestasi dengan harapan mendapatkan keuntungan di masa mendatang. Kita akan fokuskan tentang saham di artikel ini.

Investasi dapat Anda lakukan antara lain dengan menabung,? ?membuka tabungan deposito,? ?membeli tanah dan bangunan,? ?membeli emas maupun membeli surat berharga seperti saham,? ?obligasi dan lain lain.

Pada dasarnya semua pilihan investasi mengandung peluang keuntungan di satu sisi dan potensi kerugian atau resiko di sisi lain.? ?Seperti tabungan dan deposito di bank memiliki resiko kecil karena tersimpan aman di bank,? ?tetapi kelemahannya adalah keuntungannya yang lebih kecil dibandingkan dengan potensi keuntungan dari main saham.? ?Investasi di properti? (?rumah dan tanah?) ?semakin lama harganya semakin tinggi,? ?tetapi juga beresiko apabila tergusur atau terjadi , kebakaran terhadap rumah tersebut,? ?sedangkan usaha sendiri? (?wiraswasta?) ?beresiko bangkrut? ?/? ?pailit sementara investasi di emas memiliki resiko harga turun.

Tentang saham

Khusus untuk saham,? ?peluang keuntungan dan resiko yang mugkin terjadi antara lain? ?:

Keuntungan

Capital Gain
Yaitu keuntungan dari hasil menjual atau membeli saham berupa kelebihan nilai jual dari nilai beli saham.? ?Misalnya ketika Anda membeli nilainya Rp.? ?1.000? ?per saham dan kemudian di jual dengan harga Rp.? ?1.500.? ?Jadi selisih yang sebesar Rp.? ?500? ?ini di sebut? ?Capital Gain.
Saham adalah surat berharga yang paling populer di antara surat berharga yang yang ada di pasar modal.? ?Kenapa?? ?karena bila dibandingkan dengan investasi lainnya,? ?saham memungkinkan pemodal untuk mendapatkan? ?return? ?atau keuntungan yang lebih besar dalam waktu yang relative singkat? (?high return?)?.
Selain? ?return,? ?saham juga memiliki? ?sifat? ?high risk yaitu suatu ketika harga saham dapat juga merosot dengan cepat atau sahamnya di? ?delist? ?(dihapuskan pencatatannya?) ?dari bursa sehingga untuk jual-beli harus mencari pembeli atau penjual sendiri dan saham tidak memiliki harga patokan pasar.? ?Dengan karakteristik? ?high risk high return? ?ini maka pemodal perlu terus memantau pergerakan harga saham yang dipegangnya,? ?agar keputusan yang tepat dapat dihasilkan dalam waktu yang tepat pula.

Dividen
Merupakan keuntungan perusahaan yang di bagikan kepada para pemegang saham.? ?Biasanya tidak seluruh keuntungan perusahaan dibagkan kepada pemegang saham,? ?tetapi ada bagian yang ditanam kembali.Besarnya dividen yang Anda terima ditentukan dalam Rapat Umum Pemegang Saham? (?RUPS?) ?perusahaan tersebut.? ?Namun yang perlu dicatat adalah bahwa kebijakan dividen perusahaan tidak selalu membagikan dividen kepada para pemegang saham tetapi tergantung kapada kondisi perusahaan itu sendiri? (?khususnya berkaitan dengan keuntungan yang diraih?)?.? ?Artinya jika perusahaan mengalami kerugian tentu saja dividen tidak akan dibagikan? ?pada tahun berjalan tersebut.
Baca juga artikel mengenai Cara Berbisnis / Jual Beli Saham di Bursa Efek dan Penawaran Saham Perdana.

Resiko

?Capital Loss
?Merupakan kebalikan dari capital gain, yaitu suatu kondisi dimana Anda menjual saham yang Anda miliki dibawah harga belinya. Misalnya saham PT. X Anda beli dengan harga Rp. 1.800 per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp. 1,300 per saham.
?Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, maka Anda kemudian menjual peda harga tersebut sehingga Anda mengalami kerugian sebesar Rp. 500 per saham. Itulah capital loss yang dapat menimpa Anda.
?Resiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki,? ?dinyatakan bangkrut oleh pengadilan atau perusahaan tersebut dibubarkan.? ?Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham dapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban? ?perusahaan dapat dilunasi? (?dar hasil penjualan kekayaan perusahaan?)?.? ?Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut,? ?maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham.
Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh apa-apa. Ini merupakan resiko yang terberat dari seorang pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan dari perusahaan yang sahamnya dimiliki.
Jangan lupa untuk belajar cara analisa fundamental saham sebelum memulai investasi saham anda.

Tips Memulai Investasi Saham


Investasi selalu terkait dengan adanya resiko,? ?tanpa memperdulikan bentuk investasi tersebut.? ?Berinvestasi di Pasar Modal memiliki resiko tertentu?; ?dan resiko ini lebih besar dibandingkan berinvestasi di aset yang memiliki resiko rendah? (?low risk?) ?atau yang mendekati nol? (?risk-free?)?,? ?seperti tabungan deposito berjangka dan SBI/SBPU.? ?Mengingat resiko yang harus ditanggung oleh seorang investor yang akan menanamkan dananya di Pasar Modal,? tips bermain saham ?berikut mungkin dapat membantu sebelum Anda memulai kegiatan investasi di Pasar Modal.

Jangan membeli suatu produk investasi yang tidak dimengerti betul.? ?Untuk itu sebelum melakukan investasi,? ?berbagai sumber informasi hendaknya dipelajari terlebih dahulu seperti buku referensi,? ?majalah/buletin bisnis dan keuangan,? ?hasil riset dari lembaga keuangan atau konsultasi dengan seorang Penasihat Investasi. Berikut beberapa tips bermain / investasi saham.

Tips membeli saham #1: Jika Anda sudah memilih produk misalnya saham,? ?dan kemudian harus menentukan perusahaan mana yang akan menjadi sasaran investasi Anda,? ?maka anda harus melakukan analisis fundamental saham di mana penyelidikan dilakukan pada segi fundamental perusahaan dan kinerjanya? ?di Bursa Efek? (?jika saham tersebut telah diperdagangkan di Bursa Efek?) ?misalnya melalui prospektus perusahaan,? ?company profile,? ?laporan keuangan,? ?berita-berita pasar modal dan sebagainya.

Tips investasi saham #2: Perusahaan sasaran investasi Anda mungkin melakukan penggabungan usaha,? ?re-organisasi,? ?sasaran penawaran tender,? ?atau melakukan tindakan-tindakan lain yang dapat mengurangi nilai kepemilikan Anda.? ?Untuk itu Anda harus memiliki perhatian penuh pada berita-berita ataupun pengumuman mengenai kemungkinan tersebut.

Tips bermain saham #3: Kondisi Bursa Efek pada umumnya dan setiap saham pada khususnya memiliki kecenderungan? (?trend?) ?harga dan volume penjualan yang menggambarkan saat terbaik? ?untuk melakukan jual? ?/? ?beli.? ?Analisa yang dikenal sebagai? “?analisa teknikal?” ?ini perlu dipelajari? ?oleh investor karena akan sangat berpengaruh pada keputusan investor untuk melakukan transaksi jual? ?/? ?beli.? ?Untuk ini,? ?Anda dapat memperoleh data dari lembaga riset atau dari divisi riset Perusahaan Efek Anda.

Tips membeli saham #4: Pada skala makro,? ?kinerja investasi di Bursa Efek sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian,? ?stabilitas politik,? ?dan kinerja Bursa Efek lain.? ?Selain itu,? ?keadaan di Bursapun sangat sensitive dengan berbagai hal subyektif? (?rumours?)?.? ?Anda harus mengikuti berita-berita semacam ini yang tentunya dapat mempengaruhi nilai investasi Anda.

Tips investasi saham #5: Investasi pada perusahaan yang tidak memiliki informasi yang dipublikasikan sebelumnya mengandung resiko yang lebih besar.?

Tips bermain saham #6: Pada saat pertama Anda membeli saham,? ?Anda mungkin hanya membeli saham dari satu perusahaan saja.? ?Namun dengan berjalannya waktu Anda mungkin ingin menambah investasi Anda.? ?Jika sudah sampai pada tahapan ini Anda perlu memperhatikan satu prinsip investasi yang sudah begitu populer dan dapat mengurangi resiko investasi Anda apabila diterapkan,? ?yaitu? “?don’t put all your eggs? ?in one basket?”?.


Cara Berinvestasi Di Bursa Efek


Bursa Efek merupakan sebuah pasar yang terorganisasi dimana para pialang melakukan transaksi jual beli saham / surat berharga dengan berbagai perangkat aturan yang ditetapkan di Bursa Efek tersebut. Lalu, bagaimana caranya berbisnis saham atau berinvestasi di Bursa Efek?

Informasi lebih detil mengenai saham bisa anda baca di artikel-artikel berikut:

Pengertian Tentang Saham
Main Saham? ?Menghasilkan Uang
Analisa Fundamental Saham: Pengertian Nilai Saham, Ekuitas, dll
Analisis Teknikal Saham dan Perubahan Harga Saham
Penawaran Saham Perdana: Cara Beli Saham IPO
Prospektus Perusahaan
Tips Membeli Saham
Apabila kita ambil contoh,? ?Bursa Efek ibaratnya seperti PD Pasar Jaya yaitu selaku pengelola pasar dimana kios-kiosnya disewakan kepada pedagang.? ?Pedagang disini adalah broker atau perusahaan efek.? ?Sementara pembelinya disebut investor atau pemodal.

Jadi pembeli tidak berhubungan dengan PD Pasar Jaya,? ?melainkan berhubungan langsung dengan pedagang.? ?Yang behubungan langsung dengan PD Pasar Jaya adalah para pedagang yang menempati kios tersebut.

Pada dasarnya,? ?jika Anda ingin bertransaksi / berbisnis saham baik melakukan pembelian maupun penjualan saham,? ?maka Anda harus berhubungan dengan perusahaan sekuritas atau biasa disebut broker atau perusahaan pialang yang menjadi anggota bursa.?

Perusahaan efek ini memiliki wakilnya di Bursa Efek yang biasa disebut pialang.? ?Pialang saham tersebutlah yang akan melakukan transaksi atas dasar order atau amanat yang Anda berikan baik untuk jual maupun untuk beli.? ?Pialang tersebut dapat juga memberikan anjuran atau berbagai nasihat lainnya sehubungan dengan rencana investasi Anda.? ?Atas jasanya itu maka Anda wajib membayar biaya komisi kepada pialang.

Minimal Dana Untuk Berinvestasi
Pada dasarnya tidak ada batasan dana dan jumlahnya untuk jual beli saham.? ?Dalam perdagangan saham,? ?jumlah yang diperjualbelikan adalah dalam satuan perdagangan yang disebut lot.

Di Bursa Efek Indonesia satu lot berarti? ?100? ?saham,? ?itulah batas minimal pembelian saham.? ?Lalu dana yang dibutuhkan untuk bisnis saham menjadi bervariasi karena beragamnya harga saham-saham yang tercatat di Bursa.? ?Misalnya harga saham PT.? ?ABC? ?Rp.? ?1.000,? ?maka dana minimal yang dibutuhkan untuk membeli satu lot saham tersebut menjadi? (?100? ?dikali Rp.? ?1.000?) ?sejumlah Rp.? ?100.000.? ?Sebagai ilustrasi lain,? ?Jika saham XYZ harga per sahamnya Rp.? ?2.500? ?maka dan minimal untuk membeli saham tersebut berarti? (?100? ?dikali Rp.? ?2.500?) ?sebesar Rp.? ?250.000.

Cara Menjadi Nasabah Perusahaan Efek? (?Pembukaan Rekening Nasabah?)
Sebelum Anda melakukan jual beli saham,? ?seperti layaknya membuka rekening di bank maka terlebih dahulu Anda harus membuka rekening disatu atau beberapa Perusahaan Efek.? ?Dengan pembukaan rekening tersebut maka secara resmi Anda telah tercatat sebagai nasabah dan data identitas Anda tercatat dalam pembukuan Perusahaan Efek seperti Nama,? ?Alamat,? ?Nomor Rekening Bank dan data-data lainnya.? ?Bersamaan dengan pembukaan rekening ini,? ?Anda menandatangani perjanjian dengan Perusahaan Efek yang menyangkut hak dan kewajiban kedua belah pihak.

Biaya jual beli saham
Komponen dari biaya pembelian saham adalah sebagai berikut? ?:
Nilai pembelian saham? ?+? ?komisi pialang? saham ?+? ?PPN? ?10%?
Komponen dari biaya penjualan saham adalah sebagai berikut? ?:
Nilai penjualan saham? ?+? ?komisi pialang? ?+? ?PPN? ?10%? ?+? ?pajak penghasilan sebesar? ?0,1%.

Untuk pembelian dan penjualan saham,? ?pemodal harus membayar biaya komisi kepada broker / pialang? ?saham yang melaksanakan pesanan.? ?Artinya besarnya biaya komisi dapat dinegosiasikan dengan pialang? ?/? ?broker dimana pemodal berbisnis saham atau melakukan jual-beli saham.? ?Umumnya untuk transaksi beli pemodal dikenakan? ?fee broker sebesar? ?0,3%? ?dari nilai transaksi sedangkan untuk transaksi jual dikenakan? ?0,4%? (?untuk transaksi jual pemodal masih dikenakan pajak penghasilan atas? ?penjualan saham sebesar? ?0,1%? ?dari nilai transaksi?)?.

Sebagai ilustrasi,? ?misalnya seorang pemodal melakukan transaksi pembelian atas saham XYZ sebanyak? ?5? (?lima?) ?lot dimana harga saham ABC terjadi pada posisi Rp.? ?3.000? ?per saham.


Keterangan Perhitungan Nilai Uang? (?Rp.?)
Transaksi Beli 5? ?x? ?100? ?saham x Rp.? ?3,000, 1.500.000,-
Komisi untuk Broker
?(?0,3%? ?dari nilai transaksi?) 0,3%? ?x Rp.? ?1.500.000,- 4.500,-
PPN? ?10%? ?dari komisi 10%? ?x Rp.? ?4.500,- 450,-
Biaya Pembelian Saham 4.950,-
Total biaya yang dikeluarkan 1.504.950,-
Sebagai ilustrasi lain,? ?misalnya seorang pemodal melakukan transaksi penjualan atas saham ABC sebanyak? ?5? (?lima?) ?lot dimana harga saham ABC terjadi pada posisi Rp.? ?3.000? ?per saham.

Keterangan Perhitungan Nilai Uang? (?Rp.?)
Transaksi Beli 5? ?x? ?100? ?saham x Rp.? ?3,000, 1.500.000,-
Komisi untuk Broker
?(?0,3%? ?dari nilai transaksi?) 0,3%? ?x Rp.? ?1.500.000,- 4.500,-
PPN? ?10%? ?dari komisi 10%? ?x Rp.? ?4.500,- 450,-
PPh atas Transaksi Jual
?(?0,1%? ?dari Nilai Transaksi?) 0,1%? ?x Rp.? ?1.500.000,- 1,500,-
Biaya Pembelian Saham 6.450,-
Total biaya yang dikeluarkan 1.493.550,-


Proses Jual Beli Saham
Berikut cara berbisnis saham di Bursa Efek.

Pada saat Anda melakukan pembelian saham dimana posisi Anda sebagai Investor Beli dan Anda harus menghubungi Pialang Anda? (?misalnya kantor pialang? “?A?”) ?yang kemudian akan meneruskan instruksi Anda tersebut kepada pialang saham lain? (?misalnya kantor pialang? “?B?”)?.

Instruksi beli tersebut dimasukan? (?entry?) ?ke sistem computer perdagangan otomatis langsung dari kantor pialang ke sistem JATS? (?Jakarta Automated Trading Systems?)?.? ?Sistem Komputer tersebut menggunakan sistem tawar menawar? ?sehingga untuk aktivitas beli akan diambil dari harga tertinggi dan sebaliknya untuk aktivitas jual diambil dari harga terendah.

Jika Anda ingin melakukan penjualan saham,? ?maka posisi Anda adalah sebagai Investor Jual.? ?Pada dasarnya proses yang dilakukan sama yaitu Anda harus menghubungi pialang saham Anda dan seterusnya.

Dalam melakukan jual beli saham, jumlah kelipatan atau maksimal penawaran serta permintaan tidak dapat sembarangan. Ada aturan jumlah kelipatan permintaan dan penawaran yang harus diikuti sehingga memiliki keseragaman, aturan tersebut dinamakan fraksi harga saham.

Remote Trading
Remote trading dapat diartikan sebagai sistem Perdagangan Jarak Jauh,? ?dimana setiap order transaksi di kantor broker? (?perusahaan Efek?) ?langsung di kirim ke sistem perdagangan Bursa Efek? (?sistem JATS?)?,? ?tanpa perlu memasukan order dari Lantai Bursa? (?trading floor?)
Manfaat Remote Trading Bagi Pemodal
Mengingat teknologi? ?Remote Trading berkaitan erat dengan proses transaksi,? ?maka tentu saja pemodal mendapat beberapa manfaat,? ?antara lain? ?:

Proses transaksi menjadi lebih cepat
Konfirmasi menjadi lebih cepat
Order investor di luar kota dapat lagsung dieksekusi ke sistem perdagangan bursa.? ?Dengan demikian maka keterlibatan investor di luar kota besar diharapkan menjadi meningkat
Proses Penyelesaian Transaksi
Bursa Efek adalah lembaga yang memfasilitasi kegiatan perdagangan,? ?sedangkan penyelesaian transaksi? (?settlement?) ?difasilitasi oleh? ?2? ?lembaga lain yaitu Lembaga Kliring dan Penjamin atau disingkat LKP dan Lembaga penyimpanan dan Penyelesaian atau disingkat LPP.

Sebagai gambaran,? ?di BEI setiap hari terjadi puluhan bahkan ratusan ribu transaksi bisnis saham / jual beli saham yang mana selanjutnya dilakukan proses penyelesaian oleh LKP dan LPP.? ?Penyelesaian transaksi saham? ?membutuhkan waktu selama? ?3? (?tiga?) ?hari bursa.? ?Istilah penyelesaian tersebut dikenal dengan singkatan T? ?+? ?3.? ?Apa artinya? ? ?T artinya transaksi dan ditambah? ?3? ?hari untuk penyelesaian.? ?Dengan kata lain,? ?seorang investor akan mendapatkan haknya pada hari keempat setelah transaksi terjadi.

Corporate Action
Umumnya pembicaraan mengenai? ?corporate action mengacu kepada aktivitas emiten seperti? ?stock split,? ?Saham Bonus,? ?Right issue,? ?dan pembagian deviden saham.

Menurut peraturan perdagangan BEI,? ?corporate action? ?merupakan tindakan emiten yang memberikan hak kepada seluruh pemegang saham dari jenis dan kelas yang sama seperti hak untuk menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham,? ?hak untuk memperoleh deviden tunai,? ?saham deviden,? ?saham bonus,? ?Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu,? ?Waran atau hak-hak lainnya.

Keputusan? ?corporate action? ?harus disetujui dalam suatu rapat umum baik RUPS? (?Rapat Umum Pemegang Saham?) ?atau RUPSLB? (?Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa?)?.? ?Persetujuan pemegang saham adalah mutlak untuk berlakunya suatu? ?corporate action? ?sesuai dengan peraturan yan ada di pasar modal.

Umumnya? corporate action ?memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepentingan pemegang saham,? ?karena? ?corporate action? ?yang dilakukan emiten akan berpengaruh terhadap jumlah saham yang beredar,? ?komposisi kepemilikan saham,? ?jumlah saham yang akan dipegang pemegang saham,? ?serta pengaruhnya terhadap pergerakan saham.? ?Dengan demikian maka pemegang saham harus mencermati dampak atau akibat? ?corporate action ?tersebut sehingga pemegang saham kan mendapatkan keuntungan dengan melakukan keputusan atau antisipasi yang tepat.

Bagi pemegang saham,? ?jika suatu saham telah masuk kedalam sistem? ?scripless,? ?maka secara otomatis? (?tanpa perlu registrasi?) ?saham tersebut akan mendapatkan hak-hak atas? ?corporate action.? ?Terutama saham-saham baru,? ?saat dicatatkan sudah sepenuhnya tanpa warkat? (?scripless?)?.?

Kapan Transaksi Jual Beli Saham di BEI Dilakukan
Transaksi jual beli / bisnis saham di Bursa dilakukan pada hari kerja yang di sebut Hari Bursa yaitu? ?:

Sesi 1
Senin? – ?Kamis,? ?jam? ?09:00-12:00
Jumat,? ?jam? ?09:00-11:30

Sesi 2
Senin? – ?Kamis,? ?jam? ?13:30-16:00
?Jumat,? ?jam? ?14:00-16:00?

Kode Sekuritas


Berikut ini adalah daftar kode sekuritas:

PP: ALDIRACITA CORPOTAMA
YO: AMANTARA SECURITIES
FS: AMCAPITAL INDONESIA
BJ: ANDALAN ARTHA ADVISINDO SEKURITAS
ID: ANUGERAH SECURINDO INDAH
SH: ARTHA SECURITIES INDONESIA
KC: ASIA KAPITALINDO SECURITIES, TBK.
IP: ASJAYA INDOSURYA SECURITIES
DX: BAHANA SECURITIES
PO: BALI SECURITIES
BP: BAPINDO BUMI SEKURITAS
BZ: BATAVIA PROSPERINDO SEKURITAS
EP: BHAKTI SECURITIES
AR: BINAARTHA PARAMA
NI: BNI SECURITIES
BW: BNP PARIBAS SECURITIES INDONESIA
HK: BRENT SECURITIES
RF: BUANA CAPITAL
ZR: BUMIPUTERA CAPITAL INDONESIA
YU: CIMB SECURITIES INDONESIA
KI: CIPTADANA SECURITIES
TA: CITI PACIFIC SECURITIES
KZ: CLSA INDONESIA
CS: CREDIT SUISSE SECURITIES INDONESIA
OD: DANAREKSA SEKURITAS
PF: DANASAKTI SECURITIES
II: DANATAMA MAKMUR
BQ: DANPAC SEKURITAS
DP: DBS VICKERS SECURITIES INDONESIA
DB: DEUTSCHE SECURITIES INDONESIA
TX: DHANAWIBAWA ARTHA CEMERLANG
SQ: DINAMIKA USAHAJAYA
DS: DINAR SEKURITAS
AG: DONGSUH SECURITIES
TS: DWIDANA SAKTI SEKURINDO
PI: E-CAPITAL SECURITIES
ES: EKOKAPITAL SEKURITAS
BS: EQUITY SECURITIES INDONESIA
AO: ERDIKHA ELIT SEKURITAS
YP: ETRADING SECURITIES
EL: EVERGREEN CAPITAL
PC: FIRST ASIA CAPITAL
AF: HARITA KENCANA SECURITIES
HD: HD CAPITAL, TBK.
HP: HENAN PUTIHRAI
GW: HSBC SECURITIES INDONESIA
PD: INDO PREMIER SECURITIES
BD: INDOMITRA SECURITIES
IU: INOVASI UTAMA SEKURINDO
BF: INTIFIKASA SEKURINDO
IT: INTITELADAN ARTHASWADAYA
IN: INVESTINDO NUSANTARA SEKURITAS
BK: J.P MORGAN SECURITIES INDONESIA
WW: JAKARTA SECURITIES
FM: JJ NAB CAPITAL, TBK.
AD: KAPITA SEKURINDO
YB: KAPITALINDO UTAMA
ZP: KIM ENG SECURITIES
KS: KRESNA GRAHA SEKURINDO, TBK.
YJ: LAUTANDHANA SECURINDO
RX: MACQUARIE CAPITAL SECURITIES INDONESIA
KW: MADANI SECURITIES
XL: MAHAKARYA ARTHA SECURITIES
MK: MAHANUSA SECURITIES
GI: MAHASTRA CAPITAL
DD: MAKINDO SECURITIES
AH: MAKINTA SECURITIES
CC: MANDIRI SEKURITAS
DM: MASINDO ARTHA SECURITIES
CD: MEGA CAPITAL INDONESIA
FO: MENTARI SECURINDO
ML: MERRILL LYNCH INDONESIA
SM: MILLENIUM DANATAMA SEKURITAS
RG: MILLENNIUM ATLANTIC SECURITIES
MU: MINNA PADI INVESTAMA
LH: NC SECURITIES
OK: NET SEKURITAS
RB: NIKKO SECURITIES INDONESIA
RO: NISP SEKURITAS
FG: NOMURA INDONESIA
CM: OPTIMA KHARYA CAPITAL SECURITIES
DR: OSK NUSADANA SECURITIES INDONESIA
BM: OVERSEAS SECURITIES
AP: PACIFIC CAPITAL
IH: PACIFIC DUARIBU INVESTINDO
PG: PANCA GLOBAL SECURITIES, TBK.
GR: PANIN SEKURITAS, TBK.
PS: PARAMITRA ALFA SEKURITAS
KK: PHILLIP SECURITIES INDONESIA
AT: PHINTRACO SECURITIES
PK: PRATAMA CAPITAL INDONESIA
XC: PRIMASIA SECURITIES
QA: PRIME CAPITAL SECURITIES
AY: FINAN CORPORINDO NUSA
HG: RBS ASIA SECURITIES INDONESIA
LK: RECAPITAL SECURITIES
DU: REDIALINDO MANDIRI
LS: RELIANCE SECURITIES, TBK.
IF: SAMUEL SEKURITAS INDONESIA
SP: SARIJAYA PERMANA SEKURITAS
GA: SEKURITAS INDO PASIFIK INVESTASI
MG: SEMESTA INDOVEST
SC: SENNI CAHAYA
FA: SIGNATURE CAPITAL INDONESIA
DH: SINARMAS SEKURITAS
AZ: SUCORINVEST CAPITAL GANI
SS: SUPRA SECURINVEST
DG: TIGA PILAR SEKURITAS
TP: TRANSPACIFIC SECURINDO
LG: TRIMEGAH SECURITIES, TBK.
BR: TRUST SECURITIES
AK: UBS SECURITIES INDONESIA
TF: UNVERSAL BROKER INDONESIA
AI: UOB KAY HIAN SECURITIES
CP: VALBURY ASIA SECURITIES
MI: VICTORIA SEKURITAS
AN: WANTEG SECURINDO
FZ: WATERFRONT SECURITIES INDONESIA
XA: WOORI KORINDO SECURITIES INDONESIA
RS: YULIE SEKURINDO, TBK.






Membeli Atau Menjual Saham


Jika Anda telah membeli saham,? ?Anda dapat mengikuti kinerja saham tersebut melalui beberapa harian nasional dan melalui berbagai publikasi yang diterbitkan oleh Bursa.? ?Sedangkan informasi perdagangan? ?real time di BEI disebarluaskan oleh data? ?provider? ?yang terhubung dengan? ?trader workplace. Baca juga Analisa Fundamental Saham.

Tips dan cara yang paling umum digunakan investor untuk memperoleh atau membeli saham adalah? ?:?

Membeli pada saat penawaran umum atau biasa disebut Pasar Perdana / Penawaran Saham Perdana.
Informasi mengenai suatu Perusahaan? (?Emiten?) ?yag akan menawarkan sahamnya untuk pertama kali pada masyarakat,? ?dapat diketahui melalui prospektus ringkas yang diiklankan minimal di? ?2? (?dua?) ?harian nasional,? ?publik ekspose atau prospektus perusahaan.? ?Jika Anda ingin membeli saham pada saat pasar perdana ini,? ?Anda dapat mengisi Formulir Pemesanan Pembelian Saham? (?FPPS?) ?yang terdapat pada prospektus ringkas atau yang terdapat pada Agen-agen Penjual Saham yang ditunjuk dan mengirimkan kembali formulir tersebut disertai dengan pengiriman dana ke alamat yang tertera pada formulir.
Ada beberapa kondisi yag mungkin terjadi ketika Emiten menjual sahamnya untuk pertama kali ke masyarakat? ?:

Total saham yang dipesan publik kurang dari jumlah saham yang ditawarkan Emiten? (?Undersubscribed?)?.
Total saham yang dipesan publik sama dengan jumlah saham yang ditawarkan Emiten.?
Total saham yang dipesan publik lebih dari jumlah saham yang ditawarkan Emiten? (?Oversubscribed?)?.
Pada kondisi? ?undersubscribed? ?dan tanpa sisa,? ?Anda akan menerima saham sama dengan jumlah yang Anda pesan.? ?Namun jika terjadi? ?oversubscribed,? ?maka umumnya akan terjadi penjatahan melalui cara? “?first come first serve?”? atau? “?diundi?”?.? ?Sehingga dapat terjadi jumlah saham yang diperoleh akan lebih kecil dibandingkan dengan jumlah yang dipesan atau bahkan Anda tidak memperoleh saham sama sekali.? ?Konfirmasi mengenai saham yang akan Anda peroleh dan mengenai pengembalian uang jika terjadi kondisi? ?oversubscribed? ?akan Anda terima beberapa waktu kemudian sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan dan tercatum dalam prospektus.

Membeli saham yang telah beredar.
Salah satu fungsi penting dari keberadaan Bursa Efek di Indonesia pada saat ini adalah menyediakan jaringan perdagangan Efek atau sebagai pasar sekunder untuk setiap Efek yang tercatat di bursa.? ?Melalui jaringan perdagangan inilah para Anggota Bursa melaksanakan perdagangan Efek,? ?diantaranya kegiatan beli dan jual Saham. Klik untuk belajar lebih lanjut Cara Berbisnis Saham di Bursa Efek.
Berdasarkan peraturan yang berlaku,? ?investor yang ingin membeli saham tidak dapat melakukan transaksi langsung dengan pihak yang ingin menjual saham.? ?Pihak-pihak yang ingin melaksanakan kegiatan jual beli saham di Bursa Efek harus menunjuk Perusahaan Efek sebagai Perantara Pedagang Efek? ?/? ?Pialang yang termasuk dalam daftar Perusahaan Efek yang telah mendapat ijin dari BAPEPAM dan telah menjadi Anggota Bursa.? ?Pialang inilah yang nantinya akan melaksanakan pesanan untuk kepentingan Anda dan Pihak-pihak tersebut.

Ketika Anda memberikan pesanan jual saham pada pialang Anda.? ?Pada saat itu harga penjualan saham dapat ditentukan oleh Anda sendiri dengan/tanpa menyebutkan batas tertinggi atau Anda meminta pialang Anda untuk mencari harga terbaik yang mungkin terjadi.? ?Penyelesaian transaksi saham dilakukan pada T+4.? ?Artinya,? ?jika Anda melakukan transaksi pada hari senin,? ?maka penyelesaian transaksi akan memakan waktu? ?4? ?Hari Bursa berikutnya sehingga selesai pada hari jumat.? ?Segera setelah transaksi selesai,? ?dana hasil penjulan saham akan ditransfer ke rekening Anda.


Memilih Perusahaan Sekuritas


Jika Anda ingin atau sudah menjadi investor di pasar modal, pastilah memahami bahwa setiap transaksi harus melalui pialang atau broker atau perusahaan sekuritas. Ada ratusan perusahaan sekuritas yang beroperasi di Indonesia. Perusahaan sekuritas sama dengan perusahaan-perusahaan lainnya yang saling berkompetisi dan memiliki kinerja yang berbeda. Sebagai investor sudah selayaknya memilih perusahaan sekuritas yang memiliki kinerja baik sebagai tempat bertransaksi saham Anda. Bagaimana caranya memilih perusahaan sekuritas yang bagus dan mumpuni ? Anda harus teliti sebelum menentukan perusahaan sekuritas yang akan Anda gunakan dalam berinvestasi. Pastikan Anda memilih perusahaan sekuritas yang bagus dan benar. Pada dasarnya, Anda harus memilih perusahaan sekuritas yang bereputasi baik dan dapat dipercaya.

Dalam memilih perusahaan sekuritas yang tepat untuk bertransaksi di bursa, Anda perlu meneliti beberapa hal yang berkaitan dengan profil perusahaan sekuritas. Hal mendasar yang layak menjadi pertimbangan adalah jasa yang ditawarkan dan biaya transaksi (komisi) yang dikenakan kepada Anda sebagai investor. Ada dua jenis perusahaan sekuritas atau pialang, yang pertama disebut discount broker (jasa tak penuh). Perusahaan sekuritas tersebut hanya memberikan jasa sebagai perantara jual beli saja (simply broker) dan tidak membantu investor dalam menentukan strategi bertransaksi juga tidak memberikan jasa nasihat. Perusahaan ini hanya melaksanakan amanat dari investor dan memenuhi kewajibannya, seperti laporan pembelian dan penjualan. Yang kedua adalah full service broker (jasa penuh). Perusahaan sekuritas jenis ini bertindak sebagai perantara jual beli serta juga memberikan jasa nasihat investasi yang tentu saja membantu investor dalam mengambil keputusan. Perusahaan sekuritas dengan pelayanan penuh seperti ini memiliki divisi riset, pengamatan dan analisis pasar satu per satu, ada kliping surat kabar dan analis investasi untuk memberikan rekomendasi sampai pada portfolio komplit dengan risk management-nya kepada Anda. Sudah barang tentu, biaya yang harus dibayar investor jadi membengkak. Berikut ini adalah kriteria dalam memilih perusahaan sekuritas :

Memiliki ijin
Bisnis pialang basisnya sama dengan bank, yaitu kepercayaan. Pialang harus memiliki ijin wakil perantara pedagang efek (WPPE), wakil manajer investasi (WMI) dan wakil penjamin emisi (WPE) yang dikeluarkan oleh Bapepam. Sedangkan untuk terdaftar di BEI, mereka harus memiliki Surat Persetujuan Anggota Bursa (SPAB). Dengan legalitas ini lembaga-lembaga tersebut melindungi dana nasabahnya. Jika terjadi kesalahan yang merugikan, Anda bisa mengadukan masalah itu kepada BEI (Bursa Efek Indonesia) maupun Bapepam-LK (Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan.

Pengalaman
Pastikan Anda memilih perusahaan sekuritas yang sudah berpengalaman dan beroperasi sejak lama, perhatikan juga posisi modal dan pemegang sahamnya.

Kemampuan riset
Perusahaan sekuritas yang berkualitas harus memiliki unit riset dan analis yang kompeten, netral dan objektif dalam melakukan riset (berkualitas dan komprehensif). Ini dapat dicek dari hasil riset mereka, yang dikeluarkan secara resmi termasuk rekomendasi (ketepatan dari rekomendasi tersebut). Seberapa banyak dan sering riset (kualitas dan analisis yang tepat) yang dilakukan oleh sebuah perusahaan sekuritas. Semakin besar cakupan dan sering risetnya, maka semakin berkualitas perusahaan tersebut karena perusahaan tersebut berarti memiliki banyak analis yang memantau dan menganalisis emiten di pasar modal.

Bersih dari sanksi
Pastikan Anda tidak memilih perusahaan sekuritas yang sudah sering terkena sanksi dari otoritas bursa. Pilihlah yang memiliki track record bersih dari pelanggaran-pelanggaran.

Jumlah investor
Perhitungkan berapa banyak jumlah investor yang memakai jasa pialang tersebut. Jika seorang pialang melayani terlalu banyak nasabah, maka mutu pelayanannya tidak akan optimal.

Modal dan likuiditas
Telitilah modal kerja bersih disesuaikan (MKDB) perusahaan sekuritas yang Anda minati. Semakin besar modalnya, semakin kuat sekuritas tersebut. Dengan modal yang besar akan semakin banyak transaksi yang dilakukan dan semakin banyak pula aktivitas bisnis yang dijalani.
Selain modal perhatikan juga likuiditas dari perusahaan sekuritas tersebut. Likuiditas ini merupakan perbandingan aset lancar dengan kewajiban lancar. Jika aset lancarnya lebih besar dibandingkan kewajiban lancar, berarti likuiditasnya baik. Demikian pula sebaliknya.

Data realtime
Data realtime atau Informasi aktual mengenai perdagangan saham atau hal-hal yang mempengaruhinya merupakan hal mendasar yang harus dimonitor. Pilihlah perusahaan sekuritas yang menyediakan fasilitas mengakses data realtime secara gratis.

Komisi (Biaya transaksi)
Komisi atau fee ini berdasarkan setiap transaksi yang dilakukan investor (jual atau beli). Pilihlah biaya yang paling murah, tapi tidak mengabaikan kualitas pelayanan. Selain itu, pastikan berapa jumlah deposit minimal yang harus Anda setorkan dan konfirmasikan juga bunga yang Anda terima atas deposit pada perusahaan sekuritas tersebut.

Transparan
Transaksi jual beli saham selalu tercatat. Sebagai investor Anda dapat mengecek benar tidaknya transaksi Anda. Saat perusahaan sekuritas tersebut melakukan transaksi, Anda dapat melihat apakah perusahaan efek tersebut memasukan nama Anda atau tidak.

Fasilitas
Pastikan Anda mendapatkan fasilitas susuai harapan, seperti margin trading, melaporkan penempatan dananya, kejelasan aliran dananya, transparansi setiap trading yang dilakukan, laporan tahunan, memberikan informasi mengenai semua transaksi yang dilakukannya dan memberikan analisis, jika memungkinkan rekomendasi portfolio lengkap dengan manajemen resikonya.

Pialang online
Anda dapat melakukan transaksi saham lewat internet (e-trading). Pialang online membutukan realtime online dengan fasilitas dan fitur trading. Kriteria pialang online yang baik adalah dapat meneksekusi trading dengan cepat.
Peran perusahaan sekuritas atau pialang memang sungguh penting dalam transaksi saham. Karena melalui merekalah jual beli efek dapat dilakukan, maka memilih perusahaan sekuritas yang OK sudah tentu merupakan dambaan semua investor dan Anda harus cermat melihat jasa-jasa yang ditawarkan oleh mereka. Dalam transaksi jual dan beli saham yang sedang berjalan, Anda juga dapat melihat kode sekuritas yang melakukan jual dan beli tersebut. Untuk mengawali perburuan Anda dapat memperoleh informasi dari sahabat, saudara atau rekan bisnis yang sudah berpengalaman bermain saham. Mereka mungkin dapat memberikan rekomendasi mengenai perusahaan sekuritas yang cukup baik.

Selamat berburu perusahaan sekuritas…!

Aldiracita Corpotama
BII Plaza Tower II, 32nd Fl.
Jl. MH. Thamrin Kav.51
Jakarta Pusat 10350
Telp. 3983-4556, 4557, 4558, 4559, 4560
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Amantara Securities
BII Plaza Tower III, 11th Fl.
Jl. MH. Thamrin Kav.51
Jakarta Pusat 10350
Telp. 392-9601, 9218, 9638, 9588
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 20 juta

AmCapital Indonesia
BRI II Building, Suite 806
Jl. Jend. Sudirman Kav.44-46
Jakarta 10220
Telp. 574-2310, 571-3706
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.36%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 20 juta

Andalan Artha Advisindo Sekuritas
Artha Graha Building, 26th Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta
Telp. 515-2640, 3747, 2644
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : Rp. 100 juta
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 100 juta

Anugrah Securindo Indah
Komplek Ruko Cempaka Mas
Blok M1 No.48, Cempaka Putih
Jakarta
Telp. 428-0433
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi
Minimal Transaksi : 2 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Bahana Securities
Niaga Tower, 18th Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav.58
Jakarta 12190
Telp. 250-5080, 5070, 5071
Fasilitas : Riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : Rp. 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 300 juta

Bhakti Securities
Menara Kebon Sirih, 4th Fl.
Jl. Kebon Sirih No.17-19
Jakarta Pusat 10340
Telp. 392-2000, 5000, 3983-6868
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Binaartha Parama
Setiabudi Atrium Lt.5, Suite 502A-503
Jl. HR. Rasuna Said Kav.62
Jakarta 12920
Telp. 5290-1111, 527-4268
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 30 juta

BNI Securities
BII Plaza Tower II, 32nd Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav.1
Jakarta 10220
Telp. 570-1205, 1203
Fasilitas : Taplus BNI, berita rumor, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,3%-0.4%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 50 juta / Rp. 25 juta

Buana Capital
Menara Sudirman, 7th A.
Jl. Jend. Sudirman Kav.60
Jakarta 12190
Telp. 522-6847, 5103, 5104, 4936, 7794, 7982, 520-4935, 522-6887
Fasilitas : Invormasi via telepon
Minimal Transaksi : rp. 10 juta
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 15 juta

Ciptadana Sekuritas
Gedung Citra Graha, 8th Fl.
Jl. Gatot Subroto Kav.35-36
Jakarta 12950
Telp. 523-2500, fax. 5290-0360
Fasilitas : -
Minimal Transaksi : 25 juta
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.3%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Citi Pasific Securities
BII Plaza Tower III, 11th Fl.
Jl. MH. Thamrin Kav.51
Jakarta Pusat 10350
Telp. 3983-4668
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Dinar Sekuritas
Artha Graha Building, 23rd Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Telp. 515-0111, 5588, 5888, 5532
Fasilitas : Berita rumor, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Dwidana Sakti Sekurindo
Wisma Slipi, 15th Fl.
Jl. Letjend. S.Parman Kav.12
Jakarta Barat 11480
Telp. 530-7133, 5877
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot / Rp. 10 juta
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 50 juta

Ekokapital Sekuritas
Graha Ekonomi, 5th Fl.
Jl. Setiabudi Selatan Kav.10
Jakarta 12920
Telp. 5790-4588, 4580, 4593
Fasilitas : Galeri, berita via telepon, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 15 juta

Evergreen Capital
Panin Bank Center, 1st Fl.
Jl. Jend. Sudirman No.1, Senayan
Jakarta 10270
Telp. 573-9510, 9508
Fasilitas : Galeri, berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 50 juta

Harita Kencana Securities
Panin Bank Building, 6th Fl.
Jl. Jend. Sudirman No.1, Senayan
Jakarta 10270
Telp. 573-5610, 5616, 5611
Fasilitas : Berita harian
Minimal Transaksi : 10 lot
Fee Jual-Beli : 0,3%-0.4%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 100 juta

Intiteladan Arthaswadaya
Berca Indonesia Building, 4th Fl. Suite 402
Jl. Palmerah Utara No.14
Jakarta Barat 11480
Telp. 532-4985, 4987, 534-7587
Fasilitas : Galeri-RTI
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.3%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 5 juta

Kapita Sekurindo
Jl. Batu Jajar No.35B, Hayam Wuruk
Jakarta Barat
Telp. 384-4133, 352-1411
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Kapitalindo Utama
Kompl.Graha Cempaka Mas, Rukan Blok B-25
Jl. Letjen. Suprpto
Jakarta 10640
Telp. 426-6723, 1742, 1743, 6716, 6717, 515-0218, 0219
Fasilitas : Galeri, berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35% atau Rp. 15.000 per hari
Deposit/Setoran Awal : Rp. 20 juta

Madani Securities
Perkantoran Taman A-9 Unit B, Lt.1-#.
Jl. Mega Kuningan, HR.Rasuna Said
Jakarta 12940
Telp. 576-1183, 2262
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Mitra Investdana Sekurindo
Enterprise Building, 4th Fl.
Jl. HR. Rasuna Said Kav C-5
Jakarta 12940
Telp. 522-9073, 9081
Fasilitas : Galeri, berita via telepon, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

NET Sekuritas
Wisna Indocement, 2nd Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav.70-71
Jakarta 12190
Telp. 252-2828, 0456
Fasilitas : Galeri, konfirmasi perdagangan, report, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 20 juta

Panca Global Securities
Jakarta Stock Exchange Tower I, 17th Fl. Suite 1706A
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Telp. 515-5456, 5466
Fasilitas : Berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 25 juta

Paramitra Alfa Sekuritas
Menara DEA, 6th Fl. Suite 602
Kawasan Mega Kuningan,
Jl. Mega Kuningan Kav.E.4.3 No.1
Jakarta 12950
Telp. 576-1225, 576-1256
Fasilitas : Galeri, konfirmasi perdagangan, report, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 50 juta

Samuel Sekuritas Indonesia
Menara Imperium Unit B, 16th Fl.
Jl. HR. Rasuna Said Kav.1
Jakarta 12980
Telp. 8370-1608, 8317-473
Fasilitas : Galeri, berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 100 juta

Sinar Mas Sekuritas
BII Plaza Tower III Room 501, 5th Fl.
Jl. MH. Thamrin Kav.51
Jakarta 10350
Telp. 392-5550, 392-5540
Fasilitas : Galeri, berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 50 juta

Tiga Pilar Sekuritas
Wisma Bank Dharmala, 6th Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav.28
Jakarta 12920
Telp. 522-7488, 7477, 7479, 7535, 7487, 1876, 521-1938
Fasilitas : Konfirmasi Pembelian, galeri, riset tiap pagi via e-mail
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,25%-0.35%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 30 juta

Trimegah Securindo Lestari
Artha Graha Building, 18th Fl.
Jl. Jend. Sudirman Kav.52-53
Jakarta 12190
Telp. 515-2233, 2345, 2320, 2329
Fasilitas : Galeri, berita rumor tiap pagi, riset teknikal & fundamental
Minimal Transaksi : 1 lot
Fee Jual-Beli : 0,3%-0.4%
Deposit/Setoran Awal : Rp. 100 juta


Prospektus Perusahaan: Bagaimana Cara Membacanya?


Prospektus adalah informasi atau dokumen penting dalam proses penawaran umum,? ?baik saham maupun obligasi.? ?Dalam prospektus saham atau lebih tepatnya prospektus perusahaan terdapat banyak informasi yang berhubungan dengan keadaan perusahaan yang melakukan penawaran umum.

Penawaran Perdana Saham atau? ?Initial Public Offering merupakan kegiatan yang dilakukan emiten untuk menjual saham baru kepada masyarakat umum.? ?Emiten berharap semua saham yang dilepas ke publik dapat terserap sepenuhnya sehingga target pendapatan yang diharapkan dapat terpenuhi.? ?Sebaliknya,? ?para pemodal berharap mendapatkan keuntungan dengan membeli saham tersebut,? ?baik berupa dividen,? ?capital gain maupun hak-hak lain sebgai pemegang saham.

Dengan adanya prospektus saham,? ?pemodal mendapatkan seluruh informasi penting? ?dan relevan sehubungan kegiatan penawaran tersebut sehingga pemodal dapat mengambil keputusan investasi secara tepat.?

Menurut peraturan Bapepam,? ?Prospektus perusahaan adalah? “?Setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar Pihak lain membeli Efek?”?.? ?Penyusunan prospektus harus mengacu kepada hal berikut? ?:

Prospektus harus memuat seluruh rincian dan fakta material mengenai Penawaran Umum dari Emiten.
Prospektus saham haruslah dibuat sedemikian rupa sehingga jelas dan komunikatif.
Fakta-fakta dan pertimbangan-pertimbangan yang paling penting harus dibuat ringkasannya dan diungkapkan pada bagian awal prospektus.
Emiten,? ?Penjamin Pelaksanaan Emisi,? ?Lembaga Penunjang serta Profesi Penunjang Pasar Modal bertanggung jawab untuk menentukan dan mengungkapkan fakta secara jelas dan mudah dibaca.
Beberapa bagian penting dari Prospektus perusahaan yang patut mendapat perhatian dari calon investor adalah? ?:

Jumlah saham yang ditawarkan
Bila perusahaan menawarkan saham,? ?maka informasi mengenai jumlah saham yang akan ditawarkan juga perlu diketahui oleh calon investor,? ?karena jumlah saham yang ditawarkan kepada masyarakat menunjukan berapa besar bagian bagian dari modal disetor yang akan dimiliki oleh publik.? ?Semakin banyak jumlah saham yang ditawarkan,? ?maka perdagangan saham tersebut akan semakin likuid di Bursa.? ?Informasi mengenai jumlah saham yang ditawarkan tercatum pada bagian tengah dari halaman muka prospektus perusahaan.

Nilai nominal saham dan harga penawaran
Nilai nominal adalah nilai yang tertera pada surat saham yang akan dicantumkan pada setiap saham yang yang diterbitkan oleh perusahaan.? ?Harga saham yang akan ditawarkan kepada masyarakat bisa berbeda dengan nilai nominal saham.? ?Harga setiap saham yang ditawarkan kepada masyarakat disebut dengan harga penawaran.? ?Informasi tentang nilai nominal dan harga penawaran untuk setiap saham terdapat pada bagian tengah dari halaman muka prospektus saham bersama-sama dengan jumlah saham yang ditawarkan.

Bidang usaha
Informasi tentang bidang usaha biasanya tercantum pada bagian tengah dari halaman muka prospektus perusahaan.

Riwayat singkat perusahaan
Riwayat singkat tentang perusahaan terdapat pada bagian dalam prospektus saham,? ?yaitu pada bagian Keterangan Tentang Perseroan dan Anak Perusahaan.? ?Bagian juga perlu diketahui oleh calon investor,? ?karena bagian ini memberikan keterangan tentang riwayat singkat pendirian perusahaan,? ?sehingga calon investor dapat mengetahui sudah berapa lama perusahaan tersebut didirikan dan beroperasi.

Tujuan? ?go public? ?(rencana pengunaan dana?)
Rencana pengguna dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum disajikan dalam suatu bagian tersendiri,? ?bagian ini sangat penting? ?untuk diketahui calon investor.? ?Rencana penggunaan dana yang diperoleh dari penawaran umum diberikan secara presentasi dari kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan dan prospek usaha
Pada dasarnya dalam berbisnis saham, seorang investor yang membeli saham,? ?adalah membeli prospek usaha dari perusahaan tersebut.? ?Karena itu kegiatan dan prospek usaha dari perusahaan termasuk anak perusahaannya perlu diketahui oleh calon investor.? ?Kegiatan dan prospek usaha dari perusahaan disajikan dalam suatu bab tersendiri dalam propektus perusahaan,? ?yang biasanya meliputi aspek-aspek produksi,? ?penjualan,? ?pemasaran dan distribusi dari produk/jasa yang dihasilkan,? ?prospek usaha,? ?kompetisi dan strategi usaha serta penelitian dan pengembangan.? ?

Resiko usaha
Setiap investasi tidak dapat terlepas dari resiko yang mungkin dihadapi.? ?Untuk itu calon investor haruslah mengetahui kemungkinan resiko yang dihadapi oleh perusahaan.

Kebijakan dividen perusahaan
Bagian dari propektus saham ini memberikan informasi tentang kebijakan dividen perusahaan yang direncanakan oleh perusahaan,? ?yang diberikan dalam bentuk rentang jumlah persentase dividen tunai yang direncanakan yang dikaitkan dengan jumlah laba bersih.

Kinerja keuangan perusahaan
Perkembangan keuangan perusahaan paling tidak untuk lima tahun terakhir sangat perlu diketahui oleh calon investor sebelum mengambil keputusan.? ?Dengan mengetahui data keuangan masa lalu tersebut dapat dibuat suatu perkiraan? (?trend analysis?) ?untuk tahun-tahun berikutnya.? ?Kinerja keuangan perusahaan ini terdapat pada prospektus perusahaan bagian tersendiri yaitu Ikhtisar Data Keuangan Penting.

Agen-agen penjual
Agen penjual merupakan perusahaan-perusahaan Efek yang ditunjuk oleh penjamin emisi untuk bertindak selaku agen penjual dalam rangka memasarkan saham-saham yang ditawarkan pada penawaran umum.? ?Investor yang akan melakukan pemesanan saham harus menghubungi agen-agen penjual tersebut,? ?yang daftarnya tercantum pada bagian akhir prospektus.

Dalam Prospektus perusahaan juga terdapat beberapa jadwal yang berhubungan dengan penawaran umum,? ?antara lain? ?:

Tanggal efektif,? ?adalah suatu tanggal yang menunjukan tanggal dikeluarkannya Surat Pernyataan Efektif oleh Bapepam,? ?berdasarkan surat tersebut maka perusahaan dapat melakukan Penawaran Umum kepada masyarakat.
Masa penawaran,? ?adalah suatu periode dimana dilakukannya Penawaran Umum atas Efek yang akan ditawarkan kepada masyarakat.? ?Masa penawaran ini sekurang-kurangnya tiga hari kerja.
Tanggal akhir penjatahan,? ?adalah suatu tanggal dimana hasil akhir dari proses penjatahan? ?atas pesanan Efek akan diumumkan kepada masyarakat.? ?Penjatahan akan muncul apabila jumlah pesanan atas Efek melebihi dari jumlah Efek yang ditawarkan.
Tanggal pengembalian uang pesanan,? ?adalah suatu tanggal dimulainya pengembalian uang kepada pemesan yang terkena penjatahan atau yang pesanannya tidak terpenuhi seluruhnya.
Tanggal pencatatan,? ?adalah suatu tanggal dimana suatu Efek mulai dicatatkan atau didaftarkan pada suatu Bursa Efek,? ?yang berarti? ?mulai tanggal itu pula Efek tersebut dapat diperdagangkan di pasar sekunder.?
?Prospektus adalah dokumen yang berisi s?etiap informasi mengenai penawaran umum perusahaan dalam rangka penjualan saham perusahaan. Karenanya, ?semua bagian prospektus saham - baik itu nilai nominal saham, harga penawaran, bidang usaha, prospek usaha, resiko usaha, kebijakan dividen perusahaan, kinerja keuangan, agen penjual, dll merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan dalam membaca prospektus perusahaan.


Opini Akuntan Publik


Output yang dihasilkan dari suatu proses audit terhadap laporan keuangan emiten adalah berupa pendapat atau opini akuntan publik terhadap laporan keuangan tersebut. Secara umum terdapat 4 jenis opini yang dikeluarkan akuntan publik, yaitu :

Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)
Pendapat ini disebut juga unqualified opinion, clean opinion, pendapat tanpa cacat, pendapat bersih, pendapat WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dan lain-lain. Akuntan publik akan memberikan pendapat atau opini seperti ini apabila laporan keuangan secara umum menggambarkan posisi keuangan dan hasil usaha yang wajar yang didasarkan pada penerapan standar akuntansi yang berlaku umum dan diterapkan secara konsisten.

Pendapat Wajar Dengan Pengecualian (Qualified Opinion)
Pendapat ini disebut juga pendapat wajar dengan pengecualian, qualified opinion, pendapat wajar dengan catatan, atau pendapat bersyarat. Pendapat atau opini ini akan diberikan oleh akuntan publik apabila ia menilai bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar dalam arti disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan dilihat dari keseluruhan laporan, namun ada hal-hal tertentu yang tidak dapat diterima oleh akuntan yang sifatnya material tetapi tidak sampai merusak kewajaran laporan keuangan secara keseluruhan.

Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)
Pendapat tidak wajar disebut juga adverse opinion. Pendapat atau opini ini diberikan oleh akuntan publik apabila laporan keuangan secara umum menggambarkan posisi yang tidak wajar baik karena banyak perkiraan atau jumlah yang menjadi masalah, maupun karena penerapan prinsip akuntansi lainnya yang tidak tepat atau penerapannya yang tidak konsisten. Singkatnya pendapat ini diberikan dalam situasi yang bertentangan dengan syarat-syarat agar laporan keuangan dapat dinyatakan wajar.

Menolak Memberi Pendapat (Disclaimer of Opinion)
Pendapat ini disebut juga disclaimer of opinion, no opinion atau tidak ada pendapat. Pendapat atau opini ini diberikan apabila Akuntan publik merasa bahwa pemeriksaanya tidak cukup mendukung untuk memberikan suatu pendapat atas laporan keuangan atau dirinya dianggap tidak independen dalam memberikan pendapat atas laporan keuangan yang diperiksa.


Penawaran Saham Perdana (IPO-Initial Public Offering)


Sebuah perusahaan yang akan memutuskan akan go public harus terlebih dahulu mempersiapkan segala persyaratan dokumen yang diharuskan oleh Bapepam, kemudian perusahaan tersebut dapat menawarkan sahamnya kepada publik – Penawaran Saham Perdana (IPO-Initial Public Offering).

Proses go public perusahaan
Bermula dari perusahaan kecil yang membuat produk atau jasa yang kemudian berkembang, sehingga akhirnya dapat menjadi perusahaan yang cukup maju. Perusahaan terus berjalan, produksi atau jasa kian bertambah, modal perusahaan juga harus diperbesar bahkan jika perlu harus dilakukan ekspansi. Jika suatu perusahaan sudah sampai pada tahap tersebut, maka perusahaan tersebut dapat memilih untuk go public – sharing kepemilikan saham dengan publik dan sebagai kompensasinya perusahaan tersebut memperoleh modal yang dibutuhkan.

Langkah awal proses go public perusahaan adalah direksi perusahaan datang ke perusahaan sekuritas yang akan bertindak sebagai penjamin emisi yang menjamin penawaran saham perdana perusahaan tersebut. Perusahaan sekuritas bersama-sama dengan emiten mempersiapkan dokumen, menetapkan harga saham dan menjualnya ke publik.

Proses go public perusahaan selanjutnya adalah menyiapkan prospektus perusahaan. Penjamin emisi akan menyiapkan prospektus perusahaan go public, yaitu suatu dokumen resmi yang harus disiapkan untuk setiap investor yang tertarik terhadap perusahaan tersebut. Isi prospektus tersebut tentang analisa detail sejarah keuangan perusahaan, tentang produk atau jasa dan latar belakang serta pengalaman manajemen perusahaan. Prospektus perusahaan go public juga memperkirakan berbagai macam resiko yang akan dihadapi perusahaan. Prospektus penawaran perdana saham itu dipublikasikan melalui iklan prospektus singkat. Iklan tersebut menginformasikan hal-hal yang layak diketahui oleh calon-calon investor. Penjamin emisi kadang juga mengatur pertemuan antara manajemen perusahaan dengan investor potensial besar, seperti para manajer untuk dana pensiun, manajer investasi reksadana atau unit link.

Setelah melalui masa penawaran saham perdana, penjatahan, dilanjutkan dengan pengembalian uang pemesanan bagi pembeli yang tidak kebagian saham, kemudian penyerahan kolektif saham maka sekitar satu bulan kemudian saham tersebut dicatatkan (listing) di bursa efek. Sejak hari pertama pencatatan itu, saham sudah resmi diperdagangkan di pasar sekunder. Saat saham diperdagangkan pada hari berikutnya, harga saham tersebut bisa saja naik atau turun, tergantung keputusan investor dalam menahan atau menjual sahamnya. Investor yang menjual sahamnya pada hari pertama listing, semata-mata hanya mengejar capital gain, tentu saja jika harga saham tersebut naik. Tapi jika harga saham tersebut turun, orang cenderung menahan sahamnya untuk waktu yang lebih lama sambil mengunggu harganya naik. Turun atau tidaknya harga saham IPO tergantung pada banyak faktor. Faktor yang paling utama adalah kondisi perusahaan tersebut ketika masuk bursa, baik atau buruk. Karena ada perusahaan yang terpaksa masuk bursa karena ada perjanjian dengan krediturnya. Dengan kondisi seperti itu, maka terbuka kemungkinan harga sahamnya juga mudah turun. Berbeda dengan perusahaan yang melakukan penawaran saham perdana (IPO) karena kebutuhan ekspansi bisnis.

Cara beli saham IPO
Berikut ini adalah langkah-langkah atau cara membeli saham IPO :

Dapatkan lembaran formulir pemesanan pembelian saham penawaran umum yang disebut dengan Formulir Pemesanan Pembelian Saham (FPPS), kemudian isi formulir tersebut dan lampiri dengan dengan fotokopi KTP.
Lakukan pembayaran atas pemesanan yang Anda lakukan dan simpan bukti pembayaran tersebut.
Kembalikan formulir pemesanan untuk penawaran saham perdana (IPO) tersebut yang dilengkapi dengan bukti pembayaran ke agen penjualan tepat waktu. Hari terakhir masa penawaran umum merupakan hari terakhir pengembalian. Masa penawaran umum berlangsung selama minimal tiga hari.
Tunggu pengumuman hasil penjatahan. Pemesanan saham tidak selalu dapat dipenuhi semuanya. Jika jumlah efek yang dipesan melebihi jumlah efek yang tersedia, maka pemesan akan mendapatkan setidaknya satu lot plus bagian yang teralokasikan dari sisa yang ada. Atau jika setiap pemesan tidak mendapat kesempatan minimal satu lot, maka penjatahan dilakukan dengan cara undian.
Dapatkan Surat Saham Kolektif (SSK), yaitu bukti investasi Anda.
Demikian cara beli saham IPO. Jika kebagian jatah dalam membeli saham perdana, untungnya cukup lumayan. Dapat membeli dengan harga diskon, sementara menjualnya kembali dengan harga penuh. Namun, tetap saja kita harus hati-hati dengan tetap jeli menilai fundamental emiten dengan melakukan analisa fundamental saham. Jadi bisa juga dinilai bahwa saham bagus atau jelek itu bermula dari niat perusahaan tersebut melakukan penawaran saham perdana (IPO). Masalahnya kita tidak mudah mengetahui niat masing-masing perusahaan untuk masuk bursa.

Mendalami Seluk Beluk Analisis Teknikal


Membahas soal analisa harga saham, sebenarnya analisis fundamental bukan satu-satunya alat analisis yang digunakan para investor dan analis. Banyak orang yang menganut metode lain yang disebut analisis teknikal saham. Bagi mereka, jika dibandingkan dengan analisis fundamental, analisis teknikal dianggap lebih jitu untuk melahirkan rekomendasi investasi. Sebagian orang berpendapat bahwa analisis teknikal lebih sebagai seni ketimbang ilmu pengetahuan.

Pada prinsipnya analisis teknikal merupakan metode analisis instrumen investasi yang menggunakan data-data historis mengenai perubahan harga saham maupun instrumen lainnya, volume dan beberapa indikator pasar yang lain untuk melahirkan rekomendasi keputusan investasi. Analisis ini bisa diterapkan pada bursa saham, pasar valuta asing, bursa komoditas atau pasar apapun yang pergerakan harga dagangannya dipegaruhi oleh permintaan dan penawaran.

Perbedaan analisis fundamental dan teknikal
Jika analisis fundamental lebih banyak menggunakan indikator-indikator perusahaan untuk melakukan analisa harga saham sebuah perusahaan, sebaliknya analisis teknikal saham maupun instrumen lainnya lebih banyak menggunakan data-data pasar. Berhubung data-data pasar lazim tersaji dalam bentuk grafik (charts), maka para analis teknikal lebih sering menggeluti grafik-grafik semacam itu daripada laporan keuangan emiten. Itu sebabnya para penganut aliran ini sering mendapat julukan sebagai chartist.

Dengan menggunakan data-data mengenai harga, pasokan serta permintaan di masa lalu, analisis teknikal saham bertujuan memprediksi bagaimana permintaan dan pasokan dimasa mendatang, serta menganalisa harga saham yang mungkin akan terbentuk karenanya. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasikan suatu tren atau pola yang berulang dari pergerakan harga saham dan kemudian dieksploitasi untuk mendapatkan kentungan. Para analis teknikal juga percaya bahwa proses perubahan harga saham yang disebabkan oleh adanya suatu informasi yang baru di pasar akan cenderung mengikuti suatu tren tertentu. Dengan menyimpulkan hal-hal tersebut, analisis teknikal dipakai untuk mendasari keputusan kapan harus mengambil untung (profit taking), mengurangi kerugian (cut loss), mulai melakukan akumulasi saham atau mulai menahan posisi (wait & see).

Analisis fundamental dan analisis teknikal, mana yang lebih baik? Tingkat kesalahan analisis teknikal relatif lebih tinggi daripada analisis fundamental. Tapi, jika kita disiplin dan menggunakan tool yang tepat, analisis teknikal saham bisa sama-sama kuat dengan analisa fundamental saham. Pada prinsipnya adalah buy low sell high, beli murah jual mahal.

Analisa harga saham dan volume perdagangan adalah sarana utama dari analisis teknikal saham dan grafik adalah sarana untuk menampilkan data tersebut. Data volume perdagangan akan digunakan untuk memberikan gambaran umum mengenai kondisi pasar dan akan membantu untuk memperkirakan tren harga selanjutnya. Perubahan harga saham baik kenaikan atau penurunan biasanya akan berkorelasi dengan kenaikan atau penurunan volume perdagangan. Penurunan harga dari satu pola tertentu yang diikuti oleh volume penjualan yang sangat tinggi, umumnya akan diterjemahkan bahwa pasar (saham) akan mengalami bearish (harganya menurun).

Analisis teknikal saham lebih banyak menggunakan data-data pasar. Oleh karena itu, para analis teknikal lebih suka memperhatikan pergerakan harga saham di bursa dibanding mengamati laporan keuangan atau membaca berita-berita koran yang berkaitan dengan emiten yang sedang diamati. Tugas mereka memang mengamati perubahan harga saham tersebut untuk mempelajari pola berpikir atau perilaku pihak-pihak lain yang terlibat di bursa. Dari analisa harga saham tersebutlah mereka lalu memprediksikan arah pergerakan harga saham tersebut melalui data-data yang tersaji dalam bentuk grafilk (charts).

Mengidentifikasikan suatu tren atau pola pergerakan harga saham yang berulang adalah tujuan utama dari pada analis teknikal, tentunya dengan harapan agar dapat menemukan sinyal untuk beli (buy), tahan (tahan) atau jual (sell). Dalam melakukan analisis teknikal saham hanya ada beberapa data utama yang diperlukan, yaitu perubahan harga saham (atau instrumen lainnya) dan nilai transakasi. Para analis teknikal (chartist) memilah harga menjadi empat jenis : harga pembukaan, harga tertinggi, harga terendah dan harga penutupan.

Kita semua memahami, bahwa harga saham dapat naik dan turun secara cepat atau pun secara berangsur-angsur sehingga pada grafik akan terlihat membentuk beberapa puncak, lembah atau bisa juga mendatar (harga bergerak dalam kisaran sempit). Dalam upaya menganalisa harga saham dan mengidentifikasikan suatu tren perubahan harga saham, para chartist berpedoman pada dua asumsi penting. Pertama, harga bergerak pada tren tertentu dan kedua, tren ini akan terus berlangsung hingga terdapat suatu kejadian yang membuat tren akan berubah.

Untuk memberikan gambaran mengenai cara bekerja para analis teknikal, berikut ini ada beberapa metode analisis teknikal saham yang paling umum digunakan dan mudah dipahami.

Moving Average (MA)
Moving average (MA) atau rata-rata bergerak adalah salah satu dari sekian banyak metode analisa harga saham yang sering digunakan dalam analisis teknikal saham. Moving average (MA) adalah rata-rata harga saham selama periode waktu yang telah lalu dan kemudian diplot ke dalam grafik beserta harga saham aktual di pasar saat itu. MA yang berasal dari rata-rata harga saham selama lima hari perdagangan, contohnya, ditulis sebagai MA-5. MA yang berasl dari rata-rata harga selama 15 hari ditulis sebagai MA-15. Jadi moving average menyatakan rata-rata harga saham tersebut akan dihitung lagi seiring dengan berjalannya waktu. Data harga yang digunakan biasanya adalah harga penutupan (closing price).
Harga Saham Moving Average (MA) Graphic
Buatlah sebuah grafik bersumbu X (horizontal) dan Y (vertical). Sumbu X melambangkan hari (tanggal) da sumbu Y melambangkan harga. Kemudian hitunglah rata-rata harga saham selama 10 hari kebelakang, termasuk hari ini (MA-10). Hubungkanlah titik-titik dari harga rata-rata tersebut dalam garis MA. Bersamaan dengan itu, sambungkan pula titik-titik harga penutupan saham (harga aktual) setiap harinya pada grafik yang sama sampai jangka waktu yang Anda kehendaki. Lama-lama akan terbentuk 2 buah kurva yaitu kurva MA dan kurva aktual.
Cara menganalisanya adalah jika kurva aktual menembus kurva MA dari bawah ke atas dengan volume perdagangan yang cukup tinggi, hal tersebut memberi sinyal saat yang tepat untuk membeli saham. Sebaliknya jika kurva aktual menembus kurva MA dengan volume perdagangan tingg dari atas ke bawah, hal tersebut memberi sinyal untuk jual. Pergerakan harga saham berupa kenaikan harga diikuti dengan volume perdagangan yang tinggi ditafsirkan sebagai sinyal pasar akan membaik (bullish). Sedangkan perubahan harga berupa penurunan harga yang diikuti volume perdagangan yang tinggi ditafsirkan sebagai sinyal pasar akan memburuk (bearish).

Double Top dan Double Bottom
Harga Saham Double Top GraphicHarga Saham Double Bottom Graphic
Metode analisa teknikal saham berikutnya adalah metode double top dan double bottom. Double Top, pola ini terbentuk ketika ada perubahan harga saham berupa kenaikan sampai pada level tertentu, lalu turun dan kemudian naik lagi (dengan volume perdagangan lebih kecil) menyamai level harga tertinggi sebelumnya dan kemudian menurun lagi. Jika kejadian tersebut berulang sekali lagi, maka akan terbentuk kurva yang memiliki dua puncak kembar (seperti huruf M). Pola dari analisa harga saham ini menunjukan bahwa pasar telah dua kali gagal mencoba menembus batas harga atas (tertinggi) tersebut. Jika harga kemudian menurun sampai menembus tingkat harga terendah sebelumnya (sebelum puncak yang kedua), itu mengindikasikan tren pergerakan harga saham akan terus menurun. Pola double top ini memberikan sinyal untuk segera melakukan aksi jual.
Kebalikan dari pola Double Top yaitu pola double bottom (seperti huruf W). Dengan logika yang sama, pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli karena diperkirakan harga akan terus meningkat.

Triangle
Metode analisa teknikal saham triangle (pola kurva segitiga) dibagi menjadi dua, yaitu Ascending Triangle (segitiga menaik) dan Descending Triangle (segitiga menurun). Descending Triangle terbentuk jika ada beberapa lembah yang sama rendah dengan beberapa puncak yang semakin menurun. Dengan kata lain, terjadi perubahan harga saham antara garis batas bawah yang horizontal dengan garis batas yang mempunyai kemiringan menurun. Jika harga menembus garis batas bawah disertai dengan peningkatan volume perdagangan, ini memberi sinyal untuk melakukan aksi jual karena analisa harga saham tersebut diperkirakan harga akan terus menurun.
Harga Saham Ascending Triangle GraphicHarga Saham Descending Triangle Graphic
Sementara Ascending Triangle terbentuk jika pergerakan harga saham mengikuti pola yang berkebalikan dengan Descending Triangle. Pola ini memberikan sinyal untuk melakukan aksi beli saham karena diperkirakan harga akan terus menaik.
Head & Shoulder
Analisis teknikal saham Head & Shoulder memberikan sinyal untuk jual karena diperkirakan harga akan terus menurun. Garis leher (neckline) digambarkan dengan menarik garis lurus dari bagian paling bawah kedua bahu untuk mendapatkan suatu sinyal kapan aksi jual dilakukan. Jika dari analisa harga saham, pergerakan harga saham (bahu kanan) menembus garis leher dari atas ke bawah (piercing the neckline), inilah sinyal untuk segera menjual saham untuk mengurangi kerugian (cut loss).
Harga Saham Head & Shoulder Graphic
Head & shoulder dapat terjadi secara terbalik (Inverse Head & Shoulder), dua bahu dan kepala mengarah kebawah. Garis leher terbentuk dengan menarik garis lurus diatas kedua bahu. Jika pola itu terbentuk dan kurva harga dibahu kedua (bahu kanan) menembus garis leher dari bawah keatas, maka itu adalah sinyal untuk beli karena ada kecenderungan perubahan harga saham di mana harga bakal terus naik.
Bentuk dan ukuran Head & Shoulder maupun Inverse Head & Shoulder ini dapat bervariasi, kurva ini bisa dalam jangka waktu yang pendek dan panjang, bisa mendatar atau memiliki kemiringan tertentu.

Support Level & Resistance Level
Pada analisa teknikal saham support level and resistance level ini, harga dikatakan berada pada support level (SL) jika harga tersebut berada pada level terendah dan pada level tersebut pergerakan harga saham berupa penurunan sangat sukar terjadi. Umumnya SL terbentuk setelah suatu saham mengalami kenaikan harga yang besar dan kemudian mengalami penurunan karena adanya aksi ambil untung (profit taking) dari para investor. Sementara, harga saham dikatakan berada pada resistance level (RL) jika harga berada pada level tertinggi dan pada level tersebut harga sangat sukar untuk naik. Sebuah RL cenderung akan terbentuk setelah suatu saham mengalami penurunan yang cukup signifikan dari harga sebelumnya. SL dan RL dapat diterjadi saat harga sedang dalam tren naik (uptrend), mendatar (sideway) atau turun (downtrend).
Harga Saham Support Level & Resistance Level
Untuk mendapatkan keuntungan Anda dapat menggunakan prinsip beli murah, jual mahal (buy low sell high). Jadi, dengan analisa harga saham yang tepat, Anda harus membeli saham pada saat harga berada pada SL dan menjual saham pada saat harga diperkirakan berada pada RL. Tentu saja keuntungan yang diperoleh tidaklah bertahan lama. Makin banyak orang mengetahui adanya SL dan RL pada suatu saham dan memanfaatkannya, pola ini akan hancur dengan sendirinya. Kunci dalam menggunakan metode analisa teknikal saham ini adalah kecepatan memperoleh informasi. Orang yang pertama tahu adanya SL dan RL inilah yang punya potensi cukup besar untuk memetik keuntungan, sementara yang belakangan hanya kebagian sisanya saja, atau malah rugi karena sebenarnya RL dan SL-nya sudah berubah lagi.
Para ahli meyakini bahwa jika SL ditembus, maka biasanya SL tersebut akan menjadi RL yang baru. Begitu pula jika RL yang ditembus maka RL tersebut menjadi SL yang baru. Semakin besar volume perdagangan yang terjadi akan semakin memperkuat posisi SL dan RL yang terjadi.

Demikianlah beberapa contoh metode analisa teknikal saham yang sederhana, masih banyak lagi metode lain yang menganalisa perubahan harga saham yang lebih rumit dengan banyak parameter yang disertakan. Umumnya para analis menggunakan beberapa metode sekaligus agar hasil analisa harga saham dan keputusan investasi yang diambil lebih akurat. Ada banyak aplikasi komputer untuk menghitung rumus analisis teknikal saham yang semakin canggih, Anda hanya tinggal menginput database harga saham yang Anda kehendaki dan beberapa metode berbentuk grafik pergerakan harga saham siap dianalisa.

Cara Beli Saham IPO


Initial Public Offering (IPO) adalah menjual sebagian kepemilikan saham kepada publik melalui pasar modal. Bagi perusahaan, IPO merupakan salah satu cara untuk meningkatkan level perusahaan, karena sebagian kepemilikannya sudah berada ditangan banyak orang dan untuk menjadi perusahaan publik, perusahaan harus lebih transparan (menerbitkan laporan keuangan melalui surat kabar, diawasi oleh Bapepam), lebih kompetitif terhadap perusahaan sejenis dan lebih memiliki tanggung jawab. Membeli saham perusahaan publik merupakan cara termudah untuk bisa memiliki perusahaan.

Pada saat IPO saham belum diperdagangkan dilantai bursa sehingga untuk membeli saham IPO tersebut Anda harus datang ke tempat penjualan saham melalui underwriter (penjamin emisi) atau agen penjualan saham yang ditunjuk. Dalam pasar perdana ini, baik investor ritel maupun institusi dapat memperoleh saham emiten setelah melalui tahap pemesanan atau penjatahan. Jika kinerja perusahaan tersebut bagus, Anda juga akan menikmati hasilnya (dividen dan capital gain). Apakah setiap saham yang ditawarkan oleh perusahaan saat IPO layak untuk dibeli ? Tentu saja tidak. Ada indikator-indikator bagi Anda ketika hendak membeli saham dari perusahaan yang go public agar tidak tertipu atau salah beli saham IPO.

Berikut ini adalah indikator-indikator yang harus diperhatikan oleh Anda tentang cara beli saham IPO :

Berapa besar jumlah saham yang akan dilepas ke publik. Semakin besar jumlah saham yang dilepas, maka akan semakin bagus (umumnya adalah 30%). Jika yang dijual ke publik lebih besar dari 30%, maka akan semakin banyak masyarakat yang berpeluang memiliki saham perusahaan itu dan secara teori transaksi saham tersebut akan lebih likuid pada pasar sekunder.

Pengalokasian saham. Seberapa besar saham tersebut dialokasikan untuk investor asing dan seberapa besar pula untuk investor lokal. Demikian juga pengalokasian untuk investor institusi dan juga investor ritel. Pengalokasian kepada kedua jenis investor tersebut harus seimbang.

Harga saham. Sebelum saham tersebut dijual, perusahaan tersebut akan dievaluasi terlebih dahulu oleh lembaga independen untuk menghitung berapa harga wajar dari sahamnya. Perhitungan tersebut selain berdasarkan atas kinerja dan prospek perusahaan bersangkutan, juga akan dibandingkan dengan perusahaan kompetitor di sektor yang sama. Barulah muncul kisaran harga, misalnya dua kali nilai buku dan seterusnya.

Potensi kenaikan atau penurunan harga. Siapapun yang membeli saham pada saat IPO pasti mengharapkan adanya capital gain dari saham tersebut, selain dividen, jika saham yang dibeli dipegang dalam waktu yang cukup lama. Potensi capital gain tersebut dapat dideteksi dari besarnya permintaan saham tersebut pada saat dilakukan penawaran perdana kepada publik (IPO). Inilah biasa yang dimaksud dengan over subscribe atau under subscribe, yang berarti permintaan berada diatas (melebihi) atau dibawah (kurang) dari penawaran. Semakin besar jumlah permintaan terhadap jumlah saham yang ditawarkan, maka semakin besar pula potensi adanya up side atau kenaikan harga ketika saham tersebut mulai diperdagangkan dipasar sekunder.

Timing. Kapan saham tersebut diperdagangkan, pada saat pasar sedang dalam posisi penuh sentimen positif atau negatif. Sebab kondisi pasar saat saham tersebut diperdagangkan akan mempengaruhi perilaku investor dalam bertransaksi. Saham yang bagus ketika diperdagangkan saat kondisi pasar tengah menurun (bearish) bisa saja akan turut mengalami penurunan harga. Demikian pula sebaliknya.

Indikator lainnya seperti Price Earning Ratio (PER) untuk melihat apakah harganya mahal, murah atau wajar. Jika PER-nya lebih tinggi dibandingkan dengan pesaingnya, maka Anda perlu berpikir dua kali sebelum membeli saham tersebut. Begitu juga dengan PBV (Price to Book Value), harus diamati apakah diatas pesaing, dibawah atau rata-rata. Berikutnya berdasarkan harga saham yang dipatok dan target presentase jumlah saham yang dilepas, maka akan bisa dihitung berapa kapitalisasi pasar dari saham tersebut. Semakin besar kapitalisasinya akan semakin baik, karena kapitalisasi pasar yang besar akan mencerminkan kapasitas untuk terjadinya volume transaksi yang besar pula sehingga sahamnya akan lebih likuid atau mudah diperjualbelikan di pasar sekunder.
Tidak ada yang menjamin bahwa dengan membeli saham IPO pasti akan menuai capital gain. Bahkan, Anda harus berhati-hati saat membeli saham IPO, karena banyak diantaranya selain tidak prospektif, tetapi juga hanya sebagai ajang pencarian dana bagi pemilik perusahaan, tanpa peduli harga sahamnya akan meningkat atau anjlok saat mulai diperdagangkan. Membeli saham IPO sama artinya dengan ikut serta memiliki perusahaan tersebut. Dengan demikian, jika Anda ingin memiliki perusahaan, sudah tentu harus memilih perusahaan yang kinerjanya bagus (analisis fundamental), yang dapat bertumbuh terus dan memberikan keuntungan.

Yang patut Anda perhatikan juga adalah untuk apa dana hasil IPO itu akan digunakan oleh emiten. Peruntukan dana hasil IPO biasanya sudah dijabarkan oleh emiten didalam prospektusnya. Akan tetapi, benarkah peruntukan dana tersebut akan digunakan sebagaimana diperjanjikan dalam prospektus, tentunya harus di review lagi. Berapa persen dana yang dipergunakan untuk ekspansi usaha dan berapa persen untuk membayar utang. Semakin besar porsi untuk ekspansi usaha, itu akan semakin bagus.

Cara Berinvestasi Saham


Saham adalah bagian kepemilikan dari suatu badan usaha. Jika Anda membeli atau memiliki sebagian saham dari suatu perusahaan berarti Anda ikut serta memiliki perusahaan dan tentu saja Anda memiliki klaim baik pada kekayaan maupun pada penghasilan perusahaan. Dengan memiliki saham yang diperjual belikan tersebut maka Anda memiliki kesempatan untuk menjadi salah satu pemilik dar perusahaan-perusahaan besar dan blue chip yang ada di Indonesia pada saat ini, seperti PT. Indosat, PT. Gudang Garam, PT. Astra International, dan lain-lain. Sebagai pemilik, Anda memiliki hak suara dalam Rapat-rapat Pemegang Saham. Sehingga Anda berhak untuk turut menetukan kebijakan perusahaan, memilih dan memberhentikan Direksi/Komisaris, serta menerima bagian dari keuntungan perusahaan yang dibagikan pada Pemegang Saham atau yang dikenal sebagai dividen.

Masih banyak orang yang ragu dalam cara berinvestasi saham di bursa karena alasan terlalu riskan. Takut memilih saham yang salah, mereka lebih memilih berinvestasi yang mereka pikir lebih aman. Memahami seluk beluk perusahaan saham, seperti laporan keuangan, keadaan perusahaan dan lain-lain, adalah kunci dari suksesnya investasi Anda. Segala informasi tentang saham Anda yang Anda pilih dari perusahaan efek yang Anda pilih atau dari informasi di koran atau majalah.

Ketika Anda membeli salah satu saham perusahaan yang tercatat di bursa efek, Anda menjadi salah satu pemilik dari perusahaan tersebut. Bila kinerja perusahaan tersebut berjalan dengan baik, Anda akan mendapatkan bagian dari keuntungan seperti dividen dan harga dari saham yang Anda miliki akan naik. Tetapi kinerja perusahaan buruk, nilai dari investasi Anda akan turun.

Cara Menghubungi Perusahaan Pialang
Seperti telah dijelaskan di atas bahwa cara berinvestasi saham Anda harus menghubungi salah satu Perusahaan sekuritas yang juga merupakan Anggota Bursa Efek. Sebelum Anda memutuskan Perusahaan Efek yang akan menjadi pialang Anda, sebaiknya Anda menghubungi terlebih dahulu beberapa Perusahaan Efek dan membandingkan pelayanan dan biaya yang mereka tawarkan. Pilihan Anda pada satu Perusahaan Efek sangat tergantung pada layanan apa yang Anda inginkan. Apakah Anda hanya mengharapkan Perusahaan Efek melaksanakan / mengeksekusi pesanan Anda, atau Anda juga mengharapkan suatu nasihat investasi, atau bahkan Anda mengharapkan Perusahaan Efek tersebut yang mengelola portfolio Anda.

Jika Anda telah memilih satu perusahaan Efek, maka beberapa hal ini perlu diperhatikan :

Membuka Rekening. Pada umumnya suatu Perusahaan Efek akan meminta Anda sebagai calon nasabah untuk menandatangani new account agreement. Untuk itu, Anda harus mempelajari informasi yang terdapat dalam dokumen ini karena di dalamnya tercantum hak dan kewajiban Anda selaku pemegang rekening tersebut. Jelaskan dengan jujur mengenai tujuan investasi Anda dan keadaan keuangan pribadi Anda, termasuk pendapatan, total kekayaan dan pengalaman investasi Anda; berdasarkan informasi ini sales representative akan memberikan rekomendasi investasi.

Memutuskan siapa yang akan mengendalikan account Anda tersebut. Apakah Anda sendiri yang mengambil keputusan investasi atau Anda menyerahkan keputusan tersebut pada Perusahaan Efek Anda (Dicretionary Authority). Pada discretionary authority, perusahaan efek akan mengambil keputusan investasi berdasarkan pertimbangannya tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan Anda tentang harga, jenis saham, jumlah dan waktu jual / beli.

Harga Saham Dan Fraksi Harga Saham


Saham adalah surat berharga (efek) yang memiliki nilai. Setiap investor atau calon investor sudah seharusnya mengetahui harga atau nilai suatu saham yang besarnya berbeda-beda. Harga nominal dan harga perdana adalah harga saham yang akan berhubungan dengan Anda yang membeli saham di pasar perdana, sedangkan harga pembukaan, harga pasar dan harga penutupan akan berkaitan dengan Anda yang bertransakasi di pasar sekunder atau bursa efek.

Harga Saham
Pada saat Anda melakukan transaksi saham, Anda tidak akan pernah bisa lepas dari komponen harga. Naik turunnya (fluktuasi) harga inilah yang akan Anda harapkan dapat mendapatkan keuntungan.

Ada dua jenis harga dalam transaksi saham, yakni harga bid atau harga permintaan pasar dan harga offer atau harga penawaran pasar. Harga bid akan selalu lebih rendah dibandingkan dengan harga offer. Selisih antara Harga bid dan harga offer inilah yang disebut dengan istilah spread.

Harga bid merupakan harga permintaan pasar, yang artinya pasar siap membeli saham yang Anda miliki pada harga tersebut. Jika Anda memiliki saham dan ingin menjualnnya saat itu juga, transaksi yang diberlakukan menggunakan harga bid.

Harga offer merupakan harga penawaran pasar, yang artinya pasar siap menjual saham yang Anda inginkan pada harga tersebut. Jika Anda memiliki dana tunai dan ingin membeli saham tesebut saat itu juga, transaksi yang diberlakukan menggunakan harga offer.

Harga Nominal
Setiap saham yang dikeluarkan oleh perusahaan memiliki harga. Harga nominal saham adalah harga yang tercantum pada lembar saham yang diterbitkan. Harga ini akan digunakan untuk tujuan akuntansi yaitu untuk mencatat modal disetor penuh.

Harga Perdana
Harga penawaran umum perdana kepada investor di pasar perdana belum tentu sama dengan harga nominal saham tersebut. Mungkin saja harga perdana saham lebih lebih kecil atau lebih tinggi dari harga nominal. Jika harga perdana lebih tinggi dari harga nominal, akan ada selisih yang disebut dengan agio (premium). Sebaliknya jika harga perdana lebih rendah dari harga nominal, selisih tersebut dengan disagio (discount).

Harga Pembukaan (Opening Price)
Harga pembukaan adalah harga saham yang berlaku saat pasar saham dibuka pada hari itu.

Harga Pasar (Market Price)
Setelah diperdagangkan di lantai bursa, harga saham tersebut kemudian akan ditentukan oleh permintaan-penawaran. Harga pasar adalah harga saham di bursa efek pada saat itu.
Untuk saham yang menjadi incaran investor, pergerakan harga pasar saham tersebut biasanya sangat fluktuatif (volatile) berubah-ubah dalam hitungan menit bahkan detik. Sebaliknya untuk saham ‘tidur’ yang pada saat itu kurang peminat, biasanya hanya ada sedikit pergerakan atau malah tidak bergerak sama sekali.

Harga Penutupan (Closing Price)
Setelah dibuka sejak pagi jam 9:00 WIB, pasar atau bursa saham akan ditutup pada sore hari. Tepat jam 16:00 WIB, transaksi jual-beli saham di Bursa Efek Indonesia dihentikan dan akan dilanjutkan pada esok hari. Saat bursa tutup, harga pasar saham yang saat itu sedang berlaku akan menjadi harga penutupan untuk hari itu. Harga penutupan saham hari itu juga akan menjadi acuan harga pembukaan untuk keesokan harinya.

Fraksi Harga Saham
Dalam melakukan transaksi saham, jumlah kelipatan penawaran dan maksimal penawaran serta permintaan tidak bisa sembarangan. Ada prosedur yang mengaturnya sehingga memiliki keseragaman. Pengaturan jumlah kelipatan permintaan dan penawaran ini disebut sebagai fraksi harga saham.

Besar kecilnya fraksi harga saham tergantung dari harga saham yang diperdagangkan. Semakin tinggi harga suatu saham, semakin besar pula fraksi harga saham yang digunakan. Pihak yang menentukan besar kecilnya fraksi harga saham ini adalah Bursa Efek Indonesia (BEI).

Jika Anda memaksakan diri untuk memasukan order permintaan dan penawaran yang menyalahi aturan fraksi harga saham, order yang Anda lakukan tersebut akan dibatalkan secara otomatis.

Kelompok Harga Saham Fraksi Harga Saham (Tick Price) Maksimum Fraksi (Max. Price Movement)
< Rp. 500 Rp. 1 Rp. 20
Rp. 500 s.d. < Rp. 5.000 Rp. 5 Rp. 100
= Rp. 5.000 Rp. 25 Rp. 500
Nilai Saham
Surat berharga adalah sesuatu yang memiliki nilai dan dapt diperjual-belikan. Saham sebagai salah satu efek atau surat berharga, dengan demikian juga memiliki nilai. Berdasarkan fungsinya, nilai suatu saham terdiri dari tiga jenis yaitu nilai nominal. nilai dasar, dan nilai pasar.

Par Value / Face Value / Stated Value
Perusahaan menerbitkan saham dengan tujuan untuk mendapatkan tambahan modal yang berasal dari masyarakat atau investor. Berapa jumlah modal yang akan disetor dapat dilihat dari harga nominal saham dikalikan dengan banyaknya saham yang dikeluarkan suatu perusahaan. Oleh karena itu, pada lembar saham tersebut akan tercantum nilai nominal (Par Value / Face Value / Stated Value) yang akan digunakan untuk mencatat modal disetor penuh tersebut.

Base Value
Base Value atau nilai dasar merupakan hasil perkalian antara base price (harga dasar ) dengan jumlah saham yang diterbitkan (outstanding shares).

Market Value
Market Value atau kapitalisasi pasar adalah hasil perkalian antara harga pasar (market price) suatu saham saat itu dengan jumlah saham yang diterbitkan (outstanding shares). Market price itu sendiri adalah harga saham pada saat pasar berlangsung di pasar sekunder atau bursa efek.