Pages

WELCOME

WELCOME

Tuesday, February 18, 2014

Nikkei Berpotensi Menguat Lagi, HangSeng Masih Konsolidatif



Nikkei

Secara umum preferensi untuk Nikkei hari ini masih berpotensi bullish. Bias bullish akan menjadi semakin kuat jika sinyal resistance 14900 tembus, dengan potensi penguatan Nikkei hingga kisaran 15070-15260.
Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support di kisaran 14625-14455 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 14730-14900.

Berhati-hatilah jika support 14455 tembus, karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Nikkei mengincar kisaran 14350-14180.
HangSeng
HangSeng bergerak konsolidatif di kisaran level 22585 yang menjadi resistance terdekat saat ini.  Bias bullish akan semakin kuat jika resistnace tersebut tembus, sehingga akan sangat mungkin bagi HangSeng untuk terus melaju hingga kisaran 22708-22846.
Meskipun demikian, tetaplah waspadai kemungkinan koreksi hari ini. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 22386-22263 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 22462-22585.
Sebaliknya, waspadalah jika support 22263 tembus sebab jika itu terjadi maka bias intraday akan berubah menjadi bearish dan HangSeng kemungkinan akan tertekan setidaknya hingga kisaran 22187-22064.

USD/JPY Dalam Fase Koreksi, NZD/USD Dalam Tekanan Bearish




USD/JPY
Pergerakan USD/JPY pada grafik 1-jam  terlihat sedang dalam keadaan bullish terkoreksi dimana saat ini harga sedang menguji area support 102.35. Preferensi untuk USD/JPY saat ini adalah bullish. Kondisi indikator teknikal saat ini sedang berada dalam kondisi bearish. Perhatikan area support 102.12 – 102.35 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan target sasaran di kisaran 102.50 – 102.73.
Namun, waspadai, jika support 102.12 berhasil ditembus oleh USD/JPY, karena hal tersebut akan membuka kemungkinan USD/JPY berubah biasnya menjadi bearish dan mengincar area support 101.97 – 101.74.

NZD/USD 
Pergerakan NZD/USD pada grafik 1-jam terlihat sedang berada dalam tekanan bearish yang cukup kuat, menguji area support 0.8308. Preferensi untuk Kiwi masih bearish. Perhatikan support 0.8308, jika support tersebut berhasil ditembus oleh kiwi, hal tersebut akan membuka kemungkinan kiwi akan melanjutkan pergerakan bearishnya mengincar support berikutnya di kisaran 0.8277 – 0.8289.
Namun, berhati – hatilah, jika support 0.8308 bertahan, karena hal tersebut akan membuka kemungkinan Kiwi akan kembali menguat mengincar area resistance 0.8327 – 0.8349 seiring kondisi indikator teknikal yang dalam kondisi jenuh jual pada grafik 1-jam.

Monday, February 17, 2014

Emas Mulai Terkoreksi Setelah Rally, Perhatikan Area Support 1303.65 – 1314.47



XAU/USD 
Pergerakan emas pada grafik 1-jam terlihat sedang berada dalam fase koreksi setelah beberapa hari sebelumnya mengalami rally yang cukup tajam. Preferensi untuk emas masih bullish. Perhatikan area support di kisaran 1303.65 – 1314.47 untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan sasaran rebound 1321.16 – 1331.97 seiring dengan kondisi indikator teknikal yang berada dalam kondisi jenuh jual.
Namun, berhati – hatilah, bias bullish bisa berubah menjadi bias bearish, jika support 1303.65 berhasil ditembus oleh emas. Hal tersebut dapat membuka kemungkinan emas kembali melemah mengincar area support 1296.96 – 1286.15.

CO-LS/USD 
Pergerakan minyak pada grafik 1–jam terlihat tertahan di area resistance 101.11 dan saat ini mencoba untuk menguji area support 100.47 yang merupakan area dari support dinamis MA. Jika support 100.47 bertahan, seiring dengan kondisi indikator teknikal yang berada dalam kondisi jenuh jual, hal tersebut membuka kemungkinan minyak berpotensi untuk menguat mengincar area resistance 100.71 – 101.11.
Namun waspadai, jika support 100.47 berhasil ditembus oleh minyak karena hal tersebut dapat membuka kemungkinan minyak akan kembali melemah mengincar area support 100.27 – 100.07.

Yen Melemah Terhadap Dollar, Pasar Menantikan Keputusan BOJ



Yen melemah terhadap hampir semua mata uang utama dunia di awal perdagangan hari ini, karena para investor menantikan keputusan BOJ yang diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga.
Dollar menguat terhadap yen sebesar 0,2 persen hingga 102.10, bergerak menjauh dari level terendah dua minggu yaitu 101.37 di sesi sebelumnya. Sementara itu euro juga menguat sekitar 0,2 persen terhadap yen.
Data GDP Jepang yang dirilis di hari Senin memperlihatkan bahwa perekonomian Jepang tidak sesuai harapan di kuartal ke empat tahun lalu. Data konsumen, sentimen bisnis dan ekspor mengecewakan, yang merupakan sinyal yang mengkhawatirkan menjelang rencana kenaikan pajak penjualan nasional di bulan April.
Kathy Lien, managing director BK Asset Management, mengatakan bahwa pengumuman BOJ ini sepertinya tidak akan terlalu mempengaruhi yen karena diperkirakan tidak akan ada perubahan, namun ringkasan pertemuan terakhir Reserve Bank of Australia akan bisa memicu kenaikan dollar Australia.

Sumber: Reuters


Bursa Saham Asia Stabil, Dollar Berkutat Di Level Terendah 6 Minggu


Serangkaian data AS yang mengecewakan menekan dollar di dekat level terendah enam minggu terhadap mata uang utama dunia di hari Selasa, sementara bursa saham Asia bergerak stabil setelah berhasil menguat di sesi sebelumnya.


Indeks dollar berada di kisaran 80.114, di dekat level terendahnya di tahun ini. Sementara itu emas dan perak berada di dekat level tertingi 3 ½ bulan akibat pelemahan dollar.
Nikkei 225 menguat 1,1 persen berkat koreksi yang terjadi pada yen. Melemahnya yen membuat para eksportir Jepang menjadi lebih kompetitif.

“Ada garis yang memisahkan antara pasar uang dan pasar saham saat ini. Saham-saham AS sedang berada di dalam optimisme ekonomi AS namun pasar uang melihat bahwa ekonomi AS kurang baik,” demikian menurut Daisuke Uno, kepala strategi di Sumitomo Mitsui Bank.
Melemahnya data AS, termasuk data manufaktur yang melemah di luar dugaan di bulan Januari serta data tenaga kerja yang tidak memuaskan dalam dua bulan terakhir, telah menekan dollar. Namun saham-saham Wall Street telah mengalami rally, di mana indeks S7P 500 bergerak di dekat level tertinggi sepanjang masa.
Sementara investor berspekulasi bahwa Federal Reserve mungkin akan memperlambat pengetatan moneter, namun sebagian besar memperkirakan bahwa bank setral AS tersebut akan tetap pada rencana semula yaitu memangkas stimulus sebesar $10 milyar pada pertemuan mendatang. Pasar mungkin akan memperoleh kejelasan mengenai hal ini di hari Rabu ketika Fed mempublikasikan ringkasan hasil pertemuan terakhir yang dilaksanakan 28-29 Januari lalu.
Sementara itu, Bank of Japan diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka hari ini. Di antara sekian banyak isu yang beredar, para pedagang akan memusatkan perhatian pada pernyataan Gubernur BOJ Haruhiko Kuroda tentang ekonomi negara berkembang, pertumbuhan ekonomi Jepang yang tidak terlalu baik di kuartal ke-4, dan tingkat inflasi Jepang.
Sumber: Reuters

Koreksi Pada GBP/USD, Hati-Hati Jika Tembus Support


GBP/USD
GBP/USD terkoreksi. Harga saat ini bergerak di bawah MA 20 dan MA 50 di chart 1 jam. Meskipun secara umum masih berada dalam uptrend, namun potensi rebound baru akan terbuka jika resistance 1.6737 tembus. Jika itu terjadi barulah sterling akan berpotensi kembali menguat mengincar kisaran 1.6769-1.6821.
Perhatikan juga bahwa stochastic 1 jam memperlihatkan indikasi bearish. Maka dari itu sebagai skenario alternatif waspadai kemungkinan tembusnya support 1.6684. Tembusnya support tersebut akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan GBP/USD kemungkinan akan tertekan setidaknya hingga kisaran 1.6652-1.6599.

AUD/USD
Bias intraday untuk AUD/USD hari ini adalah bullish dan akan semakin kuat terutama jika resistance 0.9080 tembus, yang kemungkinan besar akan diikuti oleh pergerakan bullish lanjutan hingga kisaran 0.9116-0.9157.
Meskipun demikian, perhatikan bahwa stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi jenuh beli. Maka dari itu, sebagai skenario alternatif waspadai kemungkinan koreksi dengan sasaran hingga area support di kisaran level 0.9021-0.8985. Sebagai skenario alternatif, perhatikan area support tersebut untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound mengincar kisaran 0.9043-0.9080.
Sebaliknya, berhati-hatilah jika support 0.8985 tembus karena hal itu akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan AUD/USD mengincar kisaran 0.8962-0.8926.

Kospi Terkoreksi, HangSeng Uji Resistance



Kospi
Koreksi terjadi pada Kospi, namun secara umum preferensi untuk hari ini masih berpotensi bullish. Indeks menguji support 253.13 saat artikel ini ditulis. Bias bullish akan menjadi semakin kuat jika sinyal bullish terkonfirmasi sebelum support 253.13 tembus, dengan potensi rebound hingga kisaran 254.62-255.95.
Berhati-hatilah jika support 253.14 tembus, apalagi jika diikuti oleh penembusan ke bawah MA 50 di chart 1 jam, karena hal tersebut kemungkinan besar akan mengubah bias intraday menjadi bearish dan berpotensi akan menekan Kospi mengincar kisaran 251.63-250.30.

HangSeng
HangSeng terus menguat dan sempat menyentuh kisaran level 2258 yang menjadi resistance terdekat saat ini.  Bias bullish akan semakin kuat jika resistnce tersebut tembus, sehingga akan sangat mungkin bagi HangSeng untuk terus melaju hingga kisaran 22708-22846.
Meskipun demikian, perhatikan bahwa Stochastic dan CCI memperlihatkan indikasi bearish di chart 1 jam. Maka dari itu waspadai kemungkinan koreksi hari ini. Sebagai strategi alternatif, perhatikan area support di kisaran 22386-22263 untuk mencari konfirmasi sinyal bullish dengan potensi rebound hingga kisaran 22462-22585.
Sebaliknya, waspadalah jika support 22263 tembus sebab jika itu terjadi maka bias intraday akan berubah menjadi bearish dan HangSeng kemungkinan akan tertekan setidaknya hingga kisaran 22187-22064.

NZD/USD Terkoreksi, Perhatikan Kemungkinan Rebound di Area Support




NZD/USD
Pergerakan NZD/USD pada grafik 1-jam terlihat sedang berpotensi untuk terkoreksi. Preferensi untuk NZD/USD adalah bullish. Terdapat 3 skenario untuk mencermati pergerakan NZD/USD diatas. Skenario 1, carilah sinyal beli di sekitar area support 0.8352 yang merupakan area support dinamis dari moving average dengan sasaran rebound di resistance kisaran 0.8390. Skenario 2, kondisi indikator teknikal sedang mendekati area jenuh jual pada grafik 1-jam. Perhatikan area support di kisaran 0.8328 – 0.8352 yang merupakan area trendline, untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan sasaran rebound 0.8366 – 0.8390.
Skenario 3. Jika ternyata harga berhasil menembus trendline atau area support 0.8328, berhati – hatilah dengan adanya kemungkinan NZD/USD akan berubah biasnya menjadi bearish dan mengincar area support 0.8314 – 0.8290.
EUR/USD
Pergerakan EUR/USD pada grafik 4-jam terlihat sedang tertahan di area resistance 1.3723. Preferensi untuk EUR/USD adalah bullish. Jika resistance 1.3723 berhasil ditembus oleh euro, hal tersebut akan membuka kemungkinan euro melanjutkan penguatannya mengincar area resistance 1.3761 – 1.3785. Sebagai skenario alternatif, waspadai kemungkinan terjadinya koreksi, jika resistance 1.3723 bertahan. Kondisi indikator teknikal saat ini dalam kondisi jenuh beli. Jika koreksi terjadi, perhatikan support area 1.3642 – 1.3684 yang merupakan area trendline untuk mencari konfirmasi sinyal beli dengan sasaran rebound di resistance kisaran 1.3723.
Namun, waspadai, kemungkinan area support 1.3642 yang merupakan area trendline berhasil ditembus oleh euro, karena hal tersebut dapat membuka potensi euro terkoreksi lebih dalam mengincar area support 1.3623 – 1.3561.

Sunday, February 16, 2014

Emas Terus Rally, Waspadai Kemungkinan Terjadinya Koreksi


XAU/USD
Pergerakan emas pada grafik 1-jam terlihat berada dalam tekanan bullish yang sangat kuat seiring dengan data – data Amerika yang kurang baik akibat kondisi cuaca. Preferensi untuk emas adalah bullish. Jika emas berhasil menembus resistance 1329.71, hal tersebut akan membuka peluang emas kembali melanjutkan penguatannya mengincar area resistance 1339.99 – 1346.35.
Namun, berhati – hatilah, jika resistance 1329.71 bertahan, seiring keadaan indikator CCI yang cenderung dalam kondisi bearish. Hal tersebut dapat membuka peluang, emas akan terkoreksi mengincar area support dikisaran 1302.79 – 1313.07, yang merupakan area support dinamis dari moving average.
CO-LS/USD
Pergerakan minyak pada grafik 1-jam terlihat sedang membidik area resistance 101.00. Preferensi untuk minyal adalah bullish. Jika resistance 101.00 berhasil ditembus oleh minyak, hal tersebut membuka kemungkinan minyak melanjutkan penguatannya mengincar area resistance 101.37 – 101.60 seiring dengan kondisi harga yang berada di atas garis MA.
Namun waspadai adanya kemungkinan resistance 101.00 bertahan, dengan keadaan indikator teknikal yang berada dalam kondisi jenuh beli. Jika hal tersebut terjadi, dapat membuka kemungkinan minyak akan terkoreksi mengincar area support 100.03 – 100.40.

Dollar Dilumpuhkan Data; Optimisme Cina Bantu Aussie



Dollar merana di level terendah enam minggu terhadap mata uang utama dunia lainnya hingga hari Senin, masih berjuang untuk melawan serangkaian data ekonomi AS yang mengecewakan, berlawanan dengan data yang tercatat di zona euro dan Cina.
Indeks dollar diperdagangkan di kisaran 80.100 setelah sempat terjerembab ke kisaran 80.065 yang merupakan level terendah sejak 1 Januari. Para pedagang mengatakan bahwa harga penutupan di hari Jumat yang berada di bawah 80.153 mungkin akan memicu pelemahan lebih lanjut.
Sementara itu euro berhasil menyentuh level tertinggi tiga minggu di kisaran 1.3717 terhadap USD, sedangkan sterling berjaya di puncak empat minggu di kisaran 1.6776. Data ekonomi yang diperlihatkan Jerman dan Perancis naik sedikit lebih cepat daripada perkiraan di kuartal IV, mendorong pemulihan zona euro.
Sebaliknya data manufaktur AS secara mengejutkan jatuh di bulan Januari, namun lagi-lagi cuaca yang buruk dituding sebagai penyebabnya. Seorang analis di Barclays Capital menulis dalam catatannya untuk para klien bahwa data ekonomi AS yang lemah ini sepertinya mempengaruhi ekspektasi pasar terkait langkah tapering yang akan diambil Federal Reserve.
“Pasar bisa jadi akan memperkirakan bahwa ada kemungkinan Fed akan menghentikan tapering pada saat data AS masih lemah,” demikian catatan itu menyebutkan.
Namun selanjutnya dalam catatan itu juga disebutkan, “Namun kami kira Fed kemungkinan akan melihat juga pelemahan data ini adalah pelemahan jangka pendek dan meneruskan pemangkasan stimulus sebesar $10 milyar lagi di bulan Maret, sebagaimana yang disarankan oleh ketua Fed Yellen dalam pernyataannya di depan Kongres, dan hal ini akan medukung penguatan USD.”
Dalam 15 minggu terakhir pada spekulan memegang posisi beli terhadap USD, yang mencerminkan keyakinan bahwa Fed akan terus memangkas stimulus di tahun ini.
Sementara itu mata uang komoditi seperti dollar Australia juga terbantu oleh data pinjaman Cina di hari Sabtu yang mengisyaratkan bahwa masalah perekonomian negara tersebut mungkin tidak terlalu mengkhawatirkan. Seperti yang diketahui, China adalah pasar ekspor terbesar bagi Australia dan New Zealand. Namun, para analis memperingatkan bahwa data tersebut mungkin saja terdistorsi oleh hari libur Imlek di bulan Januari.